Перейти к содержимому

Pangeran Benowo | Pewaris Tahta Yang Terlupakan | Sejarah Nusantara

Purwa Cerita

0:00 / 0:00

Pangeran Benowo | Pewaris Tahta Yang Terlupakan | Sejarah Nusantara

46 690 просмотров · 1 месяц назад
Purwa Cerita
5,02 тыс. подписчиков
46 690 просмотров · 1 месяц назад
Berikut adalah ringkasan kisah dan sumber sejarah tentang kisah Pangeran Benowo. Identitas dan Silsilah: · Nama & Gelar: Pangeran Benowo (juga disebut Pangeran Benawa), bergelar Sultan Prabuwijaya saat memerintah. Dalam dakwah, ia dikenal sebagai Syekh Abdul Halim. · Asal-usul: Putra kandung Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) pendiri Kesultanan Pajang, dan Ratu Mas Cempaka (putri Sultan Trenggana dari Demak). · Nasab: Keturunan Prabu Brawijaya V (raja terakhir Majapahit). Dinamika Perebutan Kekuasaan: · Diangkat sebagai Adipati: Sepeninggal ayahnya (1582 M), tahta Pajang jatuh ke Arya Pangiri (kakak iparnya), sementara Pangeran Benowo hanya diangkat sebagai Adipati Jipang Panolan. · Koalisi dengan Mataram: Merasa tidak adil, ia bersekutu dengan kakak angkatnya, Sutawijaya (Panembahan Senapati) dari Mataram, untuk menyerang Pajang. · Menjadi Sultan Pajang: Serangan tahun 1586 M berhasil menurunkan Arya Pangiri. Pangeran Benowo naik tahta, namun hanya memerintah singkat (1586–1587 M). Turun Tahta & Pengabdian: · Merelakan Kerajaan: Setahun bertahta, ia merelakan Pajang menjadi kadipaten di bawah Mataram Islam karena lebih memilih dakwah dan menghindari konflik. Ia dikenal sebagai ahli tasawuf yang tidak tertarik pada kekuasaan duniawi. · Pengembaraan Dakwah: Meninggalkan istana, ia berkelana ke timur (konon untuk mendekati leluhurnya di Majapahit). · Menetap di Wonomerto: Sekitar tahun 1590 M, ia tiba dan menetap di hutan Wonomerto, Jombang (lereng Gunung Anjasmoro), mendirikan padepokan dan menyebarkan Islam dengan rebana "Terbang Guntur Geni". · Akhir Hayat: Wafat dan dimakamkan di Desa Wonomerto, Jombang, berdampingan dengan kedua istrinya, Dewi Sekar Arum dan Dewi Sekar Kedaton. Sumber & Catatan Penting: · Nama Lain: Tokoh ini merujuk pada Pangeran Benawa dalam Wikipedia. Ada pula Pangeran Benowo II yang disebut sebagai raja terakhir Pajang. · Sumber Utama: Babad Tanah Jawi, Serat Babad Tuban, serta berbagai jurnal dan artikel sejarah. · Warisan: Namanya diabadikan sebagai Kecamatan Benowo di Surabaya, dan makamnya di Jombang hingga kini menjadi tempat ziarah.