Перейти к содержимому

Paritta: Karaniya Metta Sutta

Dhamma BINADA

0:00 / 0:00

Paritta: Karaniya Metta Sutta

39 323 просмотра · 6 лет назад
Dhamma BINADA
1,84 тыс. подписчиков
39 323 просмотра · 6 лет назад
Karaṇīyam-attha-kusalena yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca, Sakko ujū ca suhujū ca suvaco cassa mudu anatimānī, Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan; Untuk mencapai ketenangan, Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur, Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong. Santussako ca subharo ca appakicco ca sallahuka-vutti, Santindriyo ca nipako ca appagabbho kulesu ananugiddho. Merasa puas, mudah disokong/dilayani, Tiada sibuk, sederhana hidupnya, Tenang inderanya, berhati-hati, Tahu malu, tak melekat pada keluarga. Na ca khuddaṁ samācare kinci yena vinnū pare upavadeyyuṁ. Sukhino vā khemino hontu sabbe sattā bhavantu sukhitattā. Tak berbuat kesalahan walau pun kecil, Yang dapat dicela oleh Para Bijaksana, Hendaklah ia berpikir: Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram; Semoga semua makhluk berbahagia. Ye keci pāṇa-bhūtatthi tasā vā thāvarā vā anavasesā, Dīghā vā ye mahantā vā majjhimā rassakā aṇuka-thūlā, Makhluk hidup apa pun juga, Yang lemah dan kuat tanpa kecuali, Yang panjang atau besar, Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk. Diṭṭhā vā ye va adiṭṭhā ye ca dūre vasanti avidūre, Bhūtā vā sambhavesī vā sabbe sattā bhavantu sukhitattā. Yang tampak atau tidak tampak, Yang jauh atau pun dekat, Yang telah lahir atau yang akan lahir, Semoga semua makhluk berbahagia. Na paro paraṁ nikubbetha nātimannetha katthaci naṁ kinci, Byārosanā paṭīgha-sannā nānnam-annassa dukkham-iccheyya. Jangan menipu orang lain, Atau menghina siapa saja, Jangan karena marah dan benci, Mengharap orang lain celaka. Mātā yathā niyaṁ puttaṁ āyusā eka-puttam-anurakkhe, Evam-pi sabba-bhūtesu māna-sambhāvaye aparimāṇaṁ. Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya, Melindungi anaknya yang tunggal, Demikianlah terhadap semua makhluk, Dipancarkannya pikiran (kasih sayangnya) tanpa batas. Mettanca sabba-lokasmiṁ māna-sambhāvaye aparimāṇaṁ, Uddhaṁ adho ca tiriyanca asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ. Kasih sayangnya ke segenap alam semesta, Dipancarkannya pikirannya itu tanpa batas, Ke atas, ke bawah dan ke sekeliling, Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan. Tiṭṭhancaraṁ nisinno vā sayāno vā yāvatassa vigatam-iddho, Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya brahmam-etaṁ vihāraṁ idham-āhu. Selagi berdiri, berjalan atau duduk, Atau berbaring, selagi tiada lelap, Ia tekun mengembangkan kesadaran ini, Yang dikatakan: Berdiam dalam Brahma. Diṭṭhinca anupagamma sīlavā dassanena sampanno, Kāmesu vineyya gedhaṁ, Na hi jātu gabbha-seyyaṁ punaretī’ti. Tidak berpegang pada pandangan salah (tentang attā atau aku), Dengan Sīla dan Penglihatan yang sempurna, Hingga bersih dari nafsu indera, Ia tak akan lahir dalam rahim mana pun juga.