Перейти к содержимому

AKHIR ERA STARBUCKS: DIHANTAM BOIKOT & KOPI LOKAL

Daniel Fredrik

0:00 / 0:00

AKHIR ERA STARBUCKS: DIHANTAM BOIKOT & KOPI LOKAL

46 529 просмотров · 1 мес. назад
Daniel Fredrik
93,2 тыс. подписчиков
46 529 просмотров · 1 мес. назад
Dulu, Starbucks bukan cuma tempat membeli kopi. Secangkir kopi dengan logo hijau pernah menjadi simbol gaya hidup, gengsi, dan status sosial. Namun, semuanya perlahan berubah. Munculnya brand kopi lokal seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan Fore Coffee membuat persaingan semakin ketat. Dengan harga yang lebih terjangkau dan menu yang lebih dekat dengan selera masyarakat Indonesia, brand lokal mulai mengubah cara orang melihat kopi mahal. Di saat yang sama, Starbucks juga menghadapi berbagai masalah yang berdampak pada citra dan bisnisnya. Mulai dari gelombang boikot, perubahan pandangan konsumen, penurunan kinerja bisnis, hingga berbagai masalah yang juga terjadi secara global. Dalam video ini, kita akan membahas bagaimana Starbucks yang dulu menjadi simbol gengsi perlahan mulai kehilangan daya tariknya di Indonesia. Apakah Starbucks benar-benar mulai ditinggalkan? Bagaimana Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan Fore Coffee bisa menjadi pesaing serius? Dan kenapa brand sebesar Starbucks tidak selalu bisa menang melawan perubahan selera konsumen? Kita juga akan melihat kegagalan Starbucks di Australia dan apa hubungannya dengan kondisi Starbucks di Indonesia saat ini. Tonton sampai selesai dan tulis pendapat kamu di kolom komentar. Menurut kamu, apakah Starbucks masih memiliki gengsi seperti dulu, atau sekarang kopi lokal sudah berhasil mengambil tempatnya? SUBSCRIBE    / danielfredrik8