Перейти к содержимому

FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 206 Kepedihan Sena dan Amarah Davina di Ujung Batas Kepercayaan

SENADA Sena Davina

0:00 / 0:00

FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 206 Kepedihan Sena dan Amarah Davina di Ujung Batas Kepercayaan

2 146 просмотров · 4 ч назад
SENADA Sena Davina
6,04 тыс. подписчиков
2 146 просмотров · 4 ч назад
FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 206 Rahasia Yang Terbongkar! Kepedihan Sena dan Amarah Davina di Ujung Batas Kepercayaan. Langkah kaki Davina bergemerincing cepat membelah keramaian mal, menyisakan kepedihan dan amarah yang meluap-luap di dada setelah kebenaran pahit akhirnya tersingkap bahwa Bu Vero adalah ibu Sena, dan Sena adalah kakak kandung dari Rian. Sena yang tertinggal di belakang langsung berlari kencang menerobos kerumunan, mati-matian mengejar langkah gadis yang sangat dicintainya itu. "Davina! Davina! Dengerin aku dulu, Davina! Apalagi dengerin aku! Aku, aku mau jelasin dulu!" teriak Sena penuh keputusasaan sambil terus mempercepat larinya. Langkah Davina kontan terhenti, lalu ia berbalik dengan tatapan tajam dan air mata yang hampir tumpah. "Mau jelasin apa, hah? Kalau soal pekerjaan kamu, aku paham alasannya, itu karena kamu nggak bisa bilang. Tapi kalau soal ini, kamu udah keterlaluan, Sena! Kamu bener-bener udah keterlaluan!" hardik Davina dengan suara bergetar menahan marah. Sena berusaha mendekat dan meraih tangan gadis itu untuk meredakan keadaan. "Aku... Davina, please, please..." ucap Sena memohon. Namun Davina langsung menepis tangan Sena dengan kasar sambil mundur ke belakang. "Sena, lepasin! Ini tempat umum! Lepasin aku! Lepasin!" geram Davina. Dalam kepanikan dan tarikan yang terlalu kuat, Sena kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya terjatuh membentur lantai mal. "Ah!" rintih Sena, namun ia langsung bangkit dan kembali memanggil nama itu dengan suara serak penuh sesal, "Davina... Davina!" Pintu lift perlahan tertutup rapat, memisahkan Davina dari pandangan Sena. Di dalam kabin besi yang bergerak turun, dada Davina naik turun menahan gemuruh emosi yang menyesakkan dada, sementara pikirannya berkecamuk hebat merangkai kepingan kebohongan yang selama ini disembunyikan kekasihnya. Di dalam hatinya yang terluka, ia bergumam getir, Apa ini maksud Sena? Aku akan tahu semuanya setelah ketemu sama mamanya. Begitu banyak kebohongan yang kamu buat, dan kali ini kamu sudah benar-benar keterlaluan. Kamu benar-benar bikin aku seperti orang bodoh dan tidak berdaya selama ini. Kamu jahat, Sena! Padahal kamu tahu betul kalau aku adalah pacarnya Rian. Bahkan waktu aku cerita soal Rian, kamu menanggapi semua cerita aku seolah kamu tidak mengenal Rian sedikitpun. Hebat kamu, Sena! kekecewaan mendalam. "Sebenarnya tujuan kamu tuh apa sih? Awal kamu bilang sama saya kalau misalnya alasan kamu deketin saya itu karena kamu mau menyelidiki Dipa, saya percaya. Hari ini saya tahu kalau ternyata kamu itu kakaknya Rian. Jadi sebenarnya kamu deketin saya itu karena kamu mau tangkap Dipa, atau karena kamu mau cari Rian?" cecar Davina tanpa ampun. Sena menatap lekat-lekat mata gadis di depannya, mencoba menyusun kejujuran di tengah situasi yang kian rumit. "Dua-duanya, Dipa dan Rian. Mama papa saya itu sudah cerai dari saya kecil. Saya ikut papa ke Boston, Rian ikut mama. Suatu hari mama telepon saya, mama bilang kalau Rian hilang. Mama minta saya cari Rian, 8 tahun sampai sekarang." Davina tersenyum sinis mendengar penjelasan itu, rasa kecewanya semakin membuncah. "Kenapa harus bohongin saya? Kenapa nggak ngomong dari awal, hah? Kamu datang ke saya, kamu bilang, 'Halo Davina, saya Sena, saya kakaknya Rian, saya mau cari Rian'. Saya jawab kok, pasti! Ayo jelasin, katanya mau ngomong!" tantang Davina tajam. Sena menggeleng pelan, mengakui ketakutannya dengan suara lirih. "Saya takut kamu bohong." Davina terperanjat mendengar alasan yang dianggapnya tidak masuk akal. "Apa kamu bilang?" "Saya takut kamu bohong," ulang Sena tegas. Kemarahan Davina mencapai puncaknya mendengar jawaban tersebut. "Kamu takut saya bohong? Saya pernah bilang ke kamu kalau saya pernah cari Rian ke Phuket, tapi saya nggak nemuin Rian! Dari situ kenapa kamu nggak jujur sama saya?" Sena mencoba membela diri di antara isak tangis tertahan. "Semua banyak prosesnya, Davina. Mama juga bilang ke saya kalau Rian pergi ke Phuket, saya juga cari Rian ke Phuket dan nggak ketemu." Selaan cepat langsung keluar dari bibir Davina yang sudah kehilangan kesabaran. "Ya, kamu juga—" potong Davina sengit. "Dari sana saya merasa Rian itu ada orang yang mau menyingkirkan—" lanjut Sena terpotong. "Ya! Kamu pikir saya apa yang nyingkirin Rian?!" bentak Davina penuh amarah, menutup ruang perdebatan di antara mereka berdua yang terjebak dalam pusaran curiga dan luka masa lalu. #terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji