Перейти к содержимому

Mepinton

Ajik Sastra

0:00 / 0:00

Mepinton

74 просмотра · 8 дней назад
Ajik Sastra
11 подписчиков
74 просмотра · 8 дней назад
Prosesi Mepinton Lembayung kesucian kembali menaungi Gumi Kesiman pada hari Redite Kliwon Medangkungan (16 Agustus 2026). Rangkaian penutup (eedan) Karya Agung Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Melaspas Pelawatan, Mendem Pedagingan, miwah Caru Manca Kelud yang dipusatkan di Pura Dalem Kahyangan Kesiman mencapai babak pentingnya. Suasana begitu megah ketika iring-iringan suci bergerak menuju Pura Pauman Kesiman, dan Pura Dalem Mutering Jagat Kesiman, hingga akhirnya kembali ke Pura Dalem Kahyangan Kesiman. Langkah damuh dan pelawatan dibuka dengan alunan dinamis Gong Bebatelan dari Yowana Banjar Singgi Langon Sanur dan dipungkasi oleh balutan ketukan Gong Baleganjur Banjar Cerancam Kesiman. Seluruh prosesi puncak penutup ini dipuput dengan penuh ketenangan oleh Pemangku Dalem Kahyangan Kesiman. Makna Sakral Prosesi Mepinton (Mepitaunan) Prosesi Mepinton atau Mepitaunan merupakan bentuk pelaporan spiritual (ngaturang piuning lan matur suksma) kehadapan Ida Bhatara Kahyangan Tiga dan tempat suci terkait. Dalam tatanan sastra dan tradisi lokal, prosesi mepinton disimbolkan sebagai penyampaian warta suci bahwa Karya Agung telah terlaksana dengan labda karya (berhasil tanpa rintangan). Penggunaan Ayaban Tumpeng Solas (sebelas) memuat pemaknaan Pengider-ider (Eka Dasa Rudra atau Dewata Nawa Sanga ditambah manifestasi Siwa di atas dan bawah). Angka sebelas melambangkan kegenapan kosmologis—memohon agar energi kesucian karya memancar ke seluruh penjuru penjuru mata angin (bhuana agung) serta membawa keselamatan bagi seluruh umat (bhuana alit). Setelah prosesi pemintonan selesai dihaturkan, eedan dilanjutkan dengan Penyineban Karya menggunakan sarana Banten Ayaban Penyineban. Penyineban menandai berakhirnya masa pemujaan terbuka (amusti jiwa) tempat Ida Bhatara nyejer (bersemayam sementara di bale agung). Melalui Ayaban Penyineban, umat memohon izin (nunas amba) untuk mengembalikan (ngelestariang) ketenangan ruang dan waktu pura serta memohon agar aura suci (amerta) yang dihimpun selama karya tetap menetap (ngenteg) melingkupi tempat suci tersebut. Prosesi penutup ini dipungkasi dengan Penyamblehan menggunakan sarana Kucit Butuan Selem (anak babi jantan hitam yang belum dikastrasi). Dalam tradisi ritual Hindu Bali (seperti yang termuat dalam petunjuk Bhama Kertih dan tatanan Pecaruan atau Penyamblehan), penyamblehan adalah prosesi somya—penetralisiran energi-energi bawah (Bhuta Kala) yang masih tersisa selama puncak upacara. Warna hitam (selem) adalah simbol kekuatan Bhatara Vishnu (pelindung/pemelihara) dan elemen air/bumi (pertiwi). Pengorbanan suci ini (tamasika menjadi satwika) dimaknai sebagai pengikat (penyengker) niskala agar kekuatan bhuta tidak lagi mengganggu ketenteraman Desa Pakraman, melainkan berbalik menjadi kekuatan penjaga benteng keharmonisan jagat Kesiman. Tatanan parikrama ini memiliki keterikatan erat dengan ajaran suci dan aturan adat lokal: Sanghyang Purana Tatwa Gumi Kebonkuri Pradeça Kasiman: Naskah kuno yang menjadi rujukan Tattwa di wilayah Kebonkuri Kesiman. Lontar ini mengamanatkan pentingnya ungkapan rasa syukur (matur suksma) ke hadapan Ida Bhatara Dalem Kahyangan serta penataan kembali ritme spiritual masyarakat pasca-karya. Sebagaimana tercantum dalam catatan tatanan adat lokal Kesiman, tradisi Mepinton (Mepitaunan) dan penyucian pecaruan/penyamblehan Kucit Butuan Ireng merupakan bagian tak terpisahkan dari pemulihan tata kehidupan sosial-spiritual (nangluk merana / nyomyana), yang dijalankan berdasarkan hasil kesepakatan (parum gumi) serta dipimpin oleh pengabdi suci (Pemangku Dalem Kahyangan). Melalui paduan melodi gong pembuka dan penutup, persembahan Tumpeng Solas, hingga sakralnya penyamblehan, seluruh rangkaian karya di Pura Dalem Kahyangan Kesiman resmi terkunci dalam keheningan, kedamaian, dan keberkahan (rahayu lan shanti). Prawartaka Karya Portal Resmi Dokumentasi, Informasi Dudonan & Pelaksanaan Karya Agung Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Melaspas Pelawatan, Mendem Pedagingan, miwah Caru Manca Kelud ring Pura Dalem Kahyangan Kesiman rahina Anggara Kliwon Tambir pinanggal 11 Agustus 2026. Rahayu lan Labda Karya. Tautan Penting • Dudonan Acara • Pelawatan Ida Bhatara • Punia Krama Desa Sekretariat 📍 Kesiman, Denpasar Timur 📞 Dokumentasi: +6281529027627 🌐 Google Maps: Pura Dalem Kahyangan Kesiman Om Shanti, Shanti, Shanti, Om. © 2026 Gumi Kebonkuri - Pura Dalem Kahyangan Kesiman. All Rights Reserved.