Перейти к содержимому

KAMU AKAN MERASAKAN KEBAHAGIAN YANG TIDAK KAMU DUGA

A iman

0:00 / 0:00

KAMU AKAN MERASAKAN KEBAHAGIAN YANG TIDAK KAMU DUGA

5 433 просмотра · 2 недели назад
A iman
12,9 тыс. подписчиков
5 433 просмотра · 2 недели назад
Aromanya adalah caramu tetap melangkah meski belum ada tepuk tangan. Orang-orang yang mengawasimu mungkin belum bisa menunjuk hasil besar yang kamu miliki. Tetapi mereka bisa merasakan bahwa kamu sedang menuju ke sana. Dan perasaan itu membuat sebagian dari mereka tidak nyaman. Karena mereka belum siap melihat seseorang yang dulu mereka anggap biasa, tiba-tiba menjadi bukti bahwa penilaian mereka terlalu sempit. Mereka mungkin bertanya-tanya. Dari mana datangnya kekuatan itu? Mereka mungkin bertanya-tanya. Mengapa dia tidak lagi sama? Mereka mungkin bertanya-tanya. Apa yang sedang dia bangun? Mereka mungkin bertanya-tanya. Bagaimana kalau suatu hari dia benar-benar menjadi besar? Pertanyaan terakhir itulah yang membuat mereka terus mengawasi. Karena jauh di dalam diri mereka, ada kesadaran yang tidak ingin mereka akui. Kamu memiliki potensi yang dulu tidak mereka hitung. Kamu memiliki kedalaman yang dulu tidak mereka pahami. Kamu memiliki ketahanan yang dulu tidak mereka hormati. Kamu memiliki panggilan yang dulu mereka anggap hanya angan-angan. Dan sekarang, semua itu mulai terasa nyata. Tetapi dengarkan ini dengan hati yang jernih. Kebesaranmu bukan alasan untuk membenci mereka yang tidak percaya. Kebesaranmu bukan alasan untuk menghinakan orang yang dahulu tidak melihat nilaimu. Kebesaranmu bukan alasan untuk berjalan dengan dada penuh kesombongan. Kebesaranmu adalah amanah. Ia harus membuatmu lebih sadar, bukan lebih angkuh. Lebih bersih, bukan lebih keras. Lebih berani, bukan lebih kejam. Lebih teguh, bukan lebih dingin. Sebab kebesaran yang tidak dijaga oleh kerendahan hati bisa berubah menjadi penjara baru. Maka saat kamu mulai merasa hidupmu bergerak, tetaplah membumi. Saat tanda-tanda mulai muncul, tetaplah tenang. Saat orang mulai memperhatikan, tetaplah menjaga pusat batinmu. Saat peluang datang, jangan mabuk oleh sorak. Salam dari a iman kita adalah keluarga