Перейти к содержимому

Iran Ambil Langkah Menyerang Lebih Dulu, 100 Gelombang Serangan Tembus Sistem AS

Bangka Pos Official

0:00 / 0:00

Iran Ambil Langkah Menyerang Lebih Dulu, 100 Gelombang Serangan Tembus Sistem AS

653 просмотра · 2 часа назад
Bangka Pos Official
791 тыс. подписчиков
653 просмотра · 2 часа назад
BANGKAPOS.COM - Profesor Mohammad Marandi mengungkapkan bahwa Iran mungkin akan mengambil langkah pertama dengan menyerang musuh lebih dulu dalam konflik yang sedang berlangsung. Isyarat serangan pendahuluan ini muncul setelah pihak intelijen Teheran berhasil mendeteksi indikasi kuat bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan agresi militer. Mengutip Al Mayadeen pada (27/9), Marandi membeberkan bahwa intelijen Iran menemukan sedikitnya 25 pesawat pengisian bahan bakar udara milik Amerika Serikat yang disiagakan di Qatar. Puluhan pesawat tanker tersebut disiapkan untuk mendukung jet tempur AS dan Israel guna melancarkan gelombang pemboman skala besar ke wilayah Iran. Teheran khawatir bahwa pengerahan armada udara tersebut akan memicu pembantaian baru terhadap fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan pemukiman. "setidaknya ada 25 pesawat pengisian bahan bakar Amerika yang berbasis di sana, siap untuk mengisi bahan bakar jet tempur , baik Amerika maupun Israel, untuk membom Iran dan melakukan pembantaian lebih lanjut seperti yang kita lihat di masa lalu, baik itu sekolah, pernikahan, rumah sakit, atau kompleks olahraga." Selain dukungan armada udara AS, beberapa rezim sekutu di kawasan Timur Tengah juga terendus ikut bekerja sama membantu rencana agresi tersebut. "harus diambil di Washington atau di Tel Aviv," tetapi "Iran memiliki informasi intelijen bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan serangan dan bahwa rezim regional yang bersekutu dengan Amerika Serikat bekerja sama dalam hal itu." Menanggapi ancaman nyata ini, Iran menegaskan telah menyiapkan serangan balasan yang menyasar berbagai instalasi vital milik Amerika Serikat di seluruh kawasan. Sasaran tembak militer Iran tidak hanya terbatas pada pangkalan militer, melainkan mencakup aset-aset ekonomi serta negara sekutu yang membantu AS. Marandi menegaskan bahwa opsi melancarkan serangan terlebih dahulu sepenuhnya menjadi wewenang hukum dan militer yang dimiliki oleh Teheran. Langkah pencegahan ini dinilai sah karena status kedua negara saat ini masih berada dalam situasi perang terbuka tanpa adanya kesepakatan gencatan senjata. Pihak Iran memandang perlawanan militer perlu dilancarkan mengingat Washington juga terus menjalankan perang ekonomi yang mencekik puluhan juta rakyatnya. Angkatan Bersenjata Iran kini mengantongi izin resmi untuk mengeksekusi serangan pendahuluan jika ancaman musuh dinilai sudah di ambang batas. Sasaran utama dari opsi gempuran awal ini mencakup aset rezim Donald Trump, instalasi militer sekutu regionalnya, serta wilayah Israel. Keberadaan 25 pesawat tanker di Qatar menjadi bukti kunci yang mendorong Iran bersiap melancarkan pukulan pertama demi menghentikan rencana pemboman AS. Subscribe now for more Bangka Pos videos: https://www.youtube.com/bangkaposoffi... Like Bangka Pos on Facebook:   / bangkapos   Do You Have Instagram, follow us:   / bangkapos_   Editor : Asif Barkhiya