Candi di tengah kampung yang terawat Candi Pari & Candi Sumur, Sidoarjo
JJT Journey
0:00 / 0:00
Candi di tengah kampung yang terawat Candi Pari & Candi Sumur, Sidoarjo
3 541 просмотр · 5 л. назад
JJT Journey
13,2 тыс. подписчиков
3 541 просмотр · 5 л. назад
Sebagai video perdana di tahun 2021 kita akan mengunjungi Candi Pari dan Candi Sumur, yg terletak di kecamatan Porong, Sidoarjo
masuk kesini tidak ada tiket, tapi kita bisa berdonasi untuk perawatan candi
parkirnya Rp 2.000/permotor
didepan candi dhiasi taman bunga dan rumput yg menghijau
Menurut batu yang tertulis di atas gerbang, candi ini dibangun pada tahun 1293 Saka (1371 Masehi). Merupakan peninggalan zaman Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389 M).
Candi ini ditemukan pada tanggal 16 Oktober 1906 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Dan dipugar pada tahun 1994-1996
Sekarang candi ini berada di tengah perkampungan
akan tetapi kondisinya tetap terjaga dengan baik
nah ayo kita masuk
Candi Pari ini merupakan suatu bangunan persegi empat yang terbuat dari batu bata, menghadap ke barat dengan ambang serta tutup gerbang dari batu andesit. Bentuk atapnya serupa dengan atap candi-candi di Kerajaan Khmer (yg sekarang disebut Kamboja) dan Kerajaan Champa (yg sekarang disebut Vietnam).
didalam ruang candi ada beberapa arca kecil
di pinggir ruangan juga ada beberapa balok kayu yg terlihat tua
entah darimana asalnya atau untuk apa
Menurut cerita rakyat candi pari didirikan sebagai simbol kesuburan desa setempat dengan produksi padi yg melimpah dan mampu menyetor upeti kepada raja Majapahit
Terlihat megah dan akan mengingatkan kita dengan candi-candi di Trowulan, kita bisa foto2 dengan nuansa budaya disini
untuk fasilitas semua berada diluar kompleks candi
jangan khawatir, banyak warung diluarnya
suasana yg unik dimana peninggalan sejarah berpadu dengan kehidupan masyarakat jaman ini
nah sekarang kita menuju can di selanjutnya
yaitu candi sumur
letaknya hanya 50 meter dari candi pari
kita cukup menyeberang jalan dan masuk gang didepan
candi sumur ini terletak di tengah perkampungan
dan berukuran lebih kecil
kl untuk legendanya
Dahulu didesa ini ada pemuda bernama Joko Walangtinuk yang bersahabat dengan Joko Pandelegan dan Nyi Roro Walang Angin
Mereka membabat hutan yang kemudian ditanami padi, hasil panennya pun melimpah. Kabar ini terdengar sampai Raja Hayam Wuruk. Ia meminta oadi dan membawanya ke Istana.
Setelah kejadian tersebut, Raja Hayam Wuruk memberi jabatan kepada Joko Walangtinuk di Kerajaan. Walangtinuk menyetujui asal sahabatnya, Nyi Roro Walang Angin dan Joko Pandelegan ikut.
Namun, mereka berdua memutuskan untuk tetap di desa.
Nyi Roro Walang Angin memasuki sebuah sumur, sedangkan Joko Pandelegan memasuki sebuah lumbung.
Untuk mengenang mereka berdua, Raja Hayam Wuruk membangun candi yang diberi nama Candi Pari dan Candi Sumur
nah di bagian atas candi sumur ini memanga da sumur yg sudah tidak mengeluarkan air, yg didalamnya ada banyak koin
disini juga dibangun penyangga agar candi ini tidak roboh
nah itu tadi candi pari dan candi sumur
sampai jupa dijelajah selanjutnya