Mengikuti Yesus: Belajar Menjadi Pribadi yang Tidak Menyakiti — Romo Eko Wahyu, OSC
Kata Katolik
0:00 / 0:00
Mengikuti Yesus: Belajar Menjadi Pribadi yang Tidak Menyakiti — Romo Eko Wahyu, OSC
60 598 просмотров · 4 месяца назад
Kata Katolik
154 тыс. подписчиков
60 598 просмотров · 4 месяца назад
Dalam seminar yang dibawakan oleh Romo Eko Wahyu, kita diajak untuk kembali belajar mengikuti Yesus dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam relasi dengan sesama.
Seringkali tanpa sadar, kita menjadi pribadi yang menyakitkan. Kata-kata yang menyalahkan, sikap yang melukai, serta relasi yang penuh luka menjadi bagian dari kehidupan manusia. Bahkan dalam kisah Kitab Suci, kita menemukan banyak contoh relasi yang retak: Adam yang menyalahkan Hawa, Kain yang iri hingga membunuh Habel, konflik antara Sara dan Hagar, Esau dan Yakub, Yusuf dan saudara-saudaranya, hingga kebencian Saul kepada Daud.
Semua itu menggambarkan bahwa sejak dahulu, hati manusia memiliki kecenderungan untuk jatuh dalam iri hati, amarah, dan dendam, menjadi seperti “tempat sampah” yang menumpuk hal-hal yang tidak berguna.
Melalui ajaran Yesus, kita diingatkan kembali tentang kerasnya hati manusia, seperti ketika Musa memperbolehkan perceraian karena ketegaran hati. Namun Yesus juga menghadirkan harapan melalui kasih dan pengampunan, seperti dalam perumpamaan anak yang hilang.
Seminar ini juga mengajak kita untuk melihat lebih dalam luka-luka yang terjadi dalam keluarga: anak yang tidak diinginkan, kurang perhatian, ditekan oleh tuntutan, hingga mengalami kekerasan fisik maupun verbal. Semua luka ini membentuk hati manusia dan mempengaruhi cara kita memperlakukan orang lain.
Melalui refleksi ini, kita diajak untuk tidak lagi menjadi pribadi yang melukai, tetapi belajar memiliki hati yang lebih lembut, penuh kasih, dan mampu memulihkan relasi, seperti yang diajarkan oleh Yesus.
Pembicara oleh Romo Eko Wahyu, OSC
Persekutuan Doa Karismatik Katolik Don Bosco (PDPKK Don Bosco)
#seminarkatolik #pengajaranalkitab #romoekowahyuosc #pendalamaniman #khatolik