Momen Gubernur NTT Memberikan Kuliah Umum Bersama Mahasiswa Baru TA 2022/2023 di Unimor Kefamenanu
Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT
0:00 / 0:00
Momen Gubernur NTT Memberikan Kuliah Umum Bersama Mahasiswa Baru TA 2022/2023 di Unimor Kefamenanu
1 489 просмотров · 4 г. назад
Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT
34,6 тыс. подписчиков
1 489 просмотров · 4 г. назад
Kefamenanu-TTU, 19 Agustus 2022
Kita Semua Adalah Pariwisata
“Secara sederhana, kita semua ini adalah pariwisata, manakala kita mampu berinteraksi harmonis dengan sesama, menunjukkan bahasa tubuh termasuk gaya bicara yang sopan, menarik namun rasional. Pariwisata tidak hanya bicara soal sebuah objek atau destinasi wisata saja, tetapi pariwisata mencakup semua hal termasuk kepribadian seseorang dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. bagaimana kepribadian/attitude yang baik pada kita, kita gunakan untuk membangun relasi yang elok dengan sesama, nah sebenarnya itu juga menjadi konsep dasar dari pariwisata”.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat memberikan kuliah umum dengan materi : Implementasi Merdeka Belajar dalam rangka Pengembangan Pariwisata dan Peningkatan Ekonomi di Kawasan Perbatasan. Kuliah umum tersebut diberikan oleh Gubernur VBL kepada 2.053 mahasiswa/I baru Universitas Timor (Unimor) Tahun Akademik 2022/2023, yang dilaksanakan pada hari ini, Jumat, 19 Agustus 2022, bertempat di Halaman Belakang Gedung Student Center Kampus Unimor, Jalan Km. 9 Kelurahan Sasi Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Gubernur VBL yang hadir bersama Staf Khusus Gubernur Bidang Pendidikan : Prof. Willi Toisuta, Ph.D dan Prof. Daniel Kameo, Ph.D selaku Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan serta sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, menekankan tentang betapa pentingnya sesorang yang mengenyam pendidikan tinggi harus mampu mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya, melalui otak untuk berpikir cerdas yang merupakan anugerah dari Tuhan kepada setiap manusia.
“Saya merasa bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin untuk bagaimana mengajak semua komponen masyarakat, termasuk didalamnya seluruh Civitas Akademika Unimor di Tanah Timor ini. Kita yang hidup di Pulau Timor ini, sebenarnya harus bangga, karena keunikan yang dimiliki pulau ini. Pulau Timor dengan luas kawasan yang kecil dan jumlah penduduk yang terbatas, tetapi terdapat dua negara di dalam pulau ini. Ini adalah sebuah pulau yang unik dan satu-satunya di dunia yang memiliki karakteristik ini. Tentunya ada sejumlah orang yang hidup di pulau ini, yang dikarunia otak cerdas untuk berpikir, tetapi otak itu harus mampu membuat perubahan radikal di pulau ini. Nah, perubahan di Pulau Timor ini harus dimulai dari Universitas Timor, karena memilih nama Timor, itu konsekuensinya berat. Itu berarti harus bisa memberi perubahan besar bagi masyarakat dan daerah di pulau ini. Lembaga Pendidikan Tinggi ini harus mampu menghasilkan manusia yang tidak saja cerdas intelektualnya, tetapi harus memiliki keterampilan mumpuni, sehingga mampu menjadi pionir dalam merubah Pulau Timor ini menjadi lebih baik. Pulau Timor ini tidak boleh menjadi daerah yang tertinggal dan miskin, tetapi harus menjadi daerah yang maju, karena kaya SDA dan SDMnya untuk dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi letak Kabupaten TTU yang berbatasan dengan RDTL, ini menjadi peluang strategis untuk memajukan pulau ini”, tegas Gubernur VBL.
Orang Nomor Satu NTT ini menyampaikan bahwa di Pulau Timor ini ada begitu banyak kekayaan alam yang sangat eksotik dan prospektif yang dapat dikelola dan dikembangkan untuk kemakmuran masyarakatnya.
“Salah satu inspirasi saya hadir disini, karena beratnya tanggung jawab universitas ini yang memikul nama “Timor”, yang berarti mengharuskan para mahasiswanya mengetahui dan mengenal betul daratan Pulau Timor dengan berbagai potensi yang dimilikinya.Setiap kita lahir dengan 100 miliar saraf otak, jadi semuanya mendapat kesempatan berpikir dan bertindak yang sama atau merata. Hal ini sepantasnya dipadu dengan peran pengajar yang krusial. Seorang pengajar bisa menjadi pembawa musibah yang luar biasa tetapi bisa menjadi pembawa manfaat yang luar biasa. Manusia mempunyai otak yang terbagi menjadi dua : Purba dan Modern. Semakin seseorang menghabiskan waktunya dengan belajar, maka semakin banyak input yang ia dapatkan. Hal ini setara dengan menyambungkan 100 miliar saraf otak, yang awalnya berdiri sendiri-sendiri menjadi satu kesatuan. Kita semua mempunyai potensi yang sama, kita mampu untuk membuat dunia tercengang dengan apa yang kita miliki. Yang penting kita sadar diri, dengan mencintai dan melestarikan apa yang Tuhan telah anugerahkan bagi masyarakat dan tanah Timor ini”, urai Gubernur Viktor penuh semangat. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Editor: Ady Hau
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ikuti Juga Akun Official Kami Di Sosial Media Lainnya.
Facebook : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT
Instagram: Biro Administrasi Pimpinan NTT
Twitter : https://twitter.com/biro_ntt?s=20 (Biro Humas dan Protokol Setda. Provinsi NTT)
#NTTBangkitNTTSejahtera