
Идёт прямой эфир
Трансляции Youvio пока не открывает — они идут другим способом доставки, чем обычные видео. Записи завершённых эфиров и остальные ролики работают как всегда.
LIVE Sosok Guru Silat Herri Pras yang Hina UAH & UAS hingga Berujung Dihajar Rombongan Petarung MMA
В эфиреСейчас смотрят: 7 · Трансляция началась 2 часа назад
Banjarmasin Post News Video
1,24 млн подписчиков
Сейчас смотрят: 7 · Трансляция началась 2 часа назад
Nama Herri Pras menjadi sorotan setelah kediamannya didatangi sejumlah pria berbadan besar pada Senin (2/11/2026).
Kedatangan rombongan yang melibatkan petarung MMA nasional, Yudi Cahyadi itu diduga dipicu oleh pernyataan Herri di media sosial yang dianggap menghina dua pendakwah, Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Pertemuan tersebut berujung pada adu mulut hingga dugaan kekerasan fisik. Dalam video yang beredar, Herri terlihat ditendang oleh salah satu anggota rombongan hingga terjatuh ke arah belakang.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Herri Pras yang kini menjadi perbincangan?
Herri Pras diketahui memiliki nama asli Heri Prasetiawan. Ia merupakan pendiri sekaligus Guru Besar Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI), sebuah komunitas bela diri yang didirikannya di Jember, Jawa Timur, pada 13 Januari 2017.
Ketertarikannya terhadap seni bela diri tumbuh sejak kecil. Herri mulai mempelajari pencak tradisional ketika berusia delapan tahun dengan bimbingan paman dan kakaknya.
Seiring bertambahnya usia, ia mendalami sejumlah aliran bela diri, mulai dari Tapak Suci, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), taekwondo, capoeira akrobatik, extreme martial arts tricking, hingga Pencak Silat Gerak Binatang (PSGB).
Berbekal pengalaman tersebut, Herri kemudian mendirikan perguruan PSGI secara mandiri dengan izin orang tuanya.
Namanya semakin dikenal setelah aktif mengunggah konten di YouTube melalui kanal @herripras sejak Maret 2019. Pada awalnya, kanal tersebut berisi video mengenai teknik dan jurus pencak silat.
Kanal itu kemudian berkembang hingga memiliki sekitar 1,57 juta pelanggan dan meraih puluhan juta tayangan.
Namun, konten yang diunggah Herri tidak hanya berkaitan dengan bela diri. Ia juga mulai menyampaikan pandangan dan kritik terhadap sejumlah isu keagamaan, organisasi masyarakat, serta tokoh publik.
Dalam aktivitasnya di media sosial, Herri juga pernah menyatakan diri sebagai warga Salafi.
Adapun, sebelum polemik dengan UAS dan UAH mencuat, Herri tercatat beberapa kali menjadi perhatian publik karena pernyataannya di media sosial.
Pada Juli 2023, ia dilaporkan ke Polda Banten oleh wali santri Al-Zaytun terkait tuduhan praktik penebusan dosa zina.
Sebulan kemudian, Herri menuai kritik setelah menyampaikan komentar mengenai kehadiran biduan perempuan dalam majelis Gus Iqdam. Polemik tersebut berujung pada klarifikasi dan permintaan maaf.
Ia juga pernah melontarkan komentar keras terkait kasus carok di Bangkalan dengan menyebut pihak yang terlibat sebagai preman.
Terbaru, pada Maret 2026, silsilah keilmuan Herri sempat disanggah oleh Syekh Ahmad Al-Misry. Syekh Ahmad menegaskan bahwa dirinya bukanlah guru dari Herri.
Sementara itu, kontroversi terbaru Herri bermula dari sejumlah video yang menyinggung Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) di media sosial.
Dalam unggahannya, Herri diduga menyematkan sebutan “ulama munafik” dan “setan bisu” kepada kedua pendakwah tersebut.
Ia juga melontarkan tantangan duel tanpa aturan yang disebut akan berlangsung hingga salah satu pihak meninggal dunia.
Pernyataan itu kemudian mendapat respons dari sejumlah pihak, termasuk komunitas bela diri. Salah satunya datang dari petarung MMA nasional, Yudi Cahyadi, yang pernah mengikuti ajang Road to UFC.
Melalui Instagram, Yudi menyatakan kesediaannya menerima tantangan Herri sebagai respons atas pernyataan yang ditujukan kepada UAH.
(Tribun-Video.com/Tribunsumsel.com)
Program: News Update Live
Editor Video: Akhmad Sayuti