Перейти к содержимому

DIA “MASUK” PESAWAT ALIEN TANPA TUBUH! Pengakuan Gila Mantan Intelijen Pentagon

MATA KETIGA

0:00 / 0:00

DIA “MASUK” PESAWAT ALIEN TANPA TUBUH! Pengakuan Gila Mantan Intelijen Pentagon

39 101 просмотр · 6 дн. назад
MATA KETIGA
586 тыс. подписчиков
39 101 просмотр · 6 дн. назад
Bayangkan sebuah ruangan tertutup di Virginia pada awal dekade 1980-an. Seorang perwira intelijen Angkatan Darat Amerika Serikat berbaring sendirian di atas tempat tidur. Lampu dipadamkan. Pintu ditutup. Sepasang headphone menutupi telinganya. Tidak ada layar radar. Tidak ada satelit. Tidak ada senjata rahasia. Yang terdengar hanya musik. Kemudian suara ombak. Lalu dengungan aneh dengan frekuensi berbeda memasuki telinga kiri dan kanannya. Beberapa saat kemudian, perwira itu merasa seolah-olah tempat tidurnya mulai bergerak. Tubuhnya tetap terbaring di ruangan tersebut, tetapi kesadarannya—setidaknya menurut apa yang kemudian ia ceritakan—seakan melesat memasuki sebuah lorong panjang, melewati struktur seperti kristal, hingga akhirnya tiba di hamparan cahaya putih yang tidak berujung. Itulah salah satu pengalaman yang diceritakan Frederick Holmes “Skip” Atwater, seorang perwira intelijen militer Amerika Serikat yang namanya benar-benar berkaitan dengan sejarah program remote viewing pemerintah AS. Dalam naskah sumber, Atwater digambarkan sebagai salah satu figur sentral yang membantu mencari, menguji, dan mengembangkan personel untuk kegiatan intelijen psikis tersebut. Tetapi cerita Atwater tidak berhenti pada eksperimen kesadaran. Justru dari sinilah kisahnya berubah menjadi jauh lebih aneh. Atwater kemudian mengaku mengalami sesuatu yang, jika benar, akan membawa kita jauh melampaui persoalan remote viewing. Ia berbicara tentang pengalaman keluar dari tubuh, pertemuan dengan makhluk nonmanusia, komunikasi telepati, hingga sebuah penjelasan misterius tentang bagaimana peradaban yang jauh lebih maju mungkin melakukan perjalanan melintasi alam semesta. Apakah semua itu benar-benar terjadi? Tidak ada bukti ilmiah yang dapat memastikan klaim-klaim luar biasa tersebut. Namun ada satu hal yang membuat kisah ini sulit begitu saja dibuang sebagai cerita fiksi: program remote viewing militer Amerika Serikat sendiri memang benar-benar pernah ada. Dan Atwater memang berada di dalam sejarah program tersebut.