Перейти к содержимому

Kreativitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui Problem Based Learning dan Kunjung Karya

Hairil S,Pd

0:00 / 0:00

Kreativitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui Problem Based Learning dan Kunjung Karya

750 просмотров · 11 дн. назад
Hairil S,Pd
92 подписчика
750 просмотров · 11 дн. назад
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Kombinasi Metode Kunjung Karya Pada Materi Mobilitas Sosial Dengan Menggunakan Pendekatan Deep Learning. Oleh: Hairil, S.Pd. SMP NEGERI 8 SAPE Satap Email: khairilb076@gmail.com SMP Negeri 8 Sape Satap adalah salah satu sekolah yang berada di Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape — sebuah wilayah yang dikelilingi laut, dengan masyarakat yang hidup dari hasil laut. Di sinilah saya mengabdi. Sebagai pendidik di daerah pesisir, saya menyadari bahwa peserta didik di sini membutuhkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga relevan dengan kehidupan nyata mereka. Dukungan sarana dan semangat warga sekolah menjadi motivasi bagi saya untuk terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan menyenangkan. Perkenalkan, nama saya Hairil , salah satu pendidik di SMPN 8 Sape Satap Sebagai guru, saya memiliki cita-cita besar untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang hidup dan bermakna, di mana peserta didik tidak sekadar menghafal informasi, tetapi benar-benar memahami dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu wujud nyata dari cita-cita tersebut adalah penerapan pendekatan Deep Learning dengan mengombinasikan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan metode Kunjungan Karya. Sebagai langkah awal yang saya lakukan adalah menyusun modul pembelajaran dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan metode Kunjungan Karya untuk memfasilitasi proses belajar siswa. Untuk mendukung pembelajaran ini, saya memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Salah satunya adalah aplikasi Canva, yang digunakan untuk mendesain materi pembelajaran agar lebih menarik, visual, dan mudah dipahami. Melalui Canva, saya dapat menyajikan materi dalam bentuk tampilan yang kreatif, infografis, dan ilustrasi yang mempermudah siswa memahami konsep-konsep yang kompleks. Selain itu, saya juga menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan aktivitas siswa dalam proses penyelidikan dan pemecahan masalah, serta kertas manila sebagai media presentasi dan penyajian hasil diskusi kelompok di dalam kelas. Dengan kombinasi media ini, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi terlibat aktif dalam menemukan, menyusun, dan menyampaikan pengetahuan mereka sendiri. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, jelas, dan menarik bagi siswa. Dalam penyusunannya, modul ini berlandaskan pada tiga pilar utama Deep Learning, yaitu berkesadaran, bermakna, dan mengembirakan. Ketiga pilar ini hadir pada setiap tahapan pembelajaran. Misalnya, pada kegiatan pendahuluan (berkesadaran), saya menyapa peserta didik dengan penuh semangat, menanyakan kesiapan belajar, lalu mengajak mereka bernyanyi bersama tentang 8 dimensi Profil Pelajar Pancasila. Aktivitas ini tidak hanya menciptakan suasana hangat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran belajar sejak awal. Pada kegiatan inti, saya menerapkan empat langkah 1. Orientasi Masalah 2. Mengorganisasi Belajar 3. Membimbing Penyelidikan & Kunjung Karya 4. Menganalisis & Evaluasi