JUARA 1 TARIAN KREASI TKT. KAB.//"LEGENDA MONE MOLA"//SANGGAR ANAK LEGENDA//2025//SABU RAIJUA//NTT
Muri Mada TV
0:00 / 0:00
JUARA 1 TARIAN KREASI TKT. KAB.//"LEGENDA MONE MOLA"//SANGGAR ANAK LEGENDA//2025//SABU RAIJUA//NTT
497 просмотров · 1 год назад
Muri Mada TV
1,54 тыс. подписчиков
497 просмотров · 1 год назад
Tarian "LEGENDA MONE MOLA"
Oleh Sanggar Anak Legenda
Lai do ludu: unupala mi leo rou, natu ta peadu djelli, pa awe nadhe, ngita mola ne paggha, pa awe do madae-lodho ta hedhape, tu ana lai leto appu lai muri..
Yang artinya: "Sejarah adalah cerminan masa lalu, untuk berpijak pada masa kini dan melangkah di masa depan."
Berangkat dari pernyataan tersebut, maka kami Sanggar Anak Legenda yang merupakan Sanggar Binaan Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua, mempersembahkan Tarian Kreasi dengan judul "LEGENDA MONE MOLA".
Menari adalah puisi dari gerak dan langkah. Alunan yang selaras berkata lewat lekukan tubuh.
Perempuan Sabu dengan sejuta talenta menenun sarung dan selimut berbalut kesabaran, menggambarkan motif kehidupan, kematian, dan perjalanan (lua kako kadhi) roh (hemanga) Do Hawu la rai era pengaha-ihi, la Djulihaha. Pinggul-pinggul tangguh mendekap erat bakul untuk memanen benih-benih kehidupan dari semesta.
Jemari-jemari gemulai memegang nyiru tuk menampi sorgum dan kacang hijau. Menampi dengan jampi, kalau "menampi jangan tumpah sorgumnya" maka akan diberkahi dengan limpah oleh leluhur. Leluhur Mone Mola yang masih hidup dalam sejarah meski raga telah wafat lebih dulu.
Tarian Legenda Mone Mola, mengisahkan tentang
Sang Pahlawan, ana Do Hawu ihi dan sang pemilik bambu runcing yang berani melawan penjajah. Mone Mola yang sedikit diksi tapi banyak aksi, merangkul pendekar-pendekar muda, melahirkan semangat juang perlawanan para wanita Sabu, dengan bersenjata bambu runcing keberanian untuk tidak pasrah dan mati tanpa perlawanan.
Dalam semangat kebersamaan, bambu-bambu saling beradu, menciptakan bunyi yang menghidupkan langkah. Tarian ini menjadi simbol persatuan dan semangat Wobanni Do Hawu untuk tidak lelah mendukung perjuangan Sang Mone Mola.
Tarian ini bukan sekadar gerak tubuh. Ia adalah doa, sejarah, dan perlawanan. Sebuah penghormatan pada Mone Mola, sang pahlawan rakyat, dan warisan budaya Sabu Raijua yang terus hidup dalam tiap langkah, irama, dan helai tenunan. Dan di akhir dari kisah perjuangan Mone Mola, para perempuan Sabu kembali menghidupan budaya Do Hawu dalam lantunan Tangi Pali, yang berisi ratapan, sanjungan, serta rasa hormat yang mendalam kepada Sang Pahlawan Mone Mola agar sekiranya Sang Leluhur menunutun perjalanannya dengan kepala yang tegak menuju Djulihaha.
Demikian narasi tentang Tarian Legenda Mone Mola yang kami buat karena terinspirasi dari Monumen Mola Mola yang masih berdiri kokoh hinggah kini di Desa Pedarro, Kec. Hawu Mehara, Kab. Sabu Rajua, Prov. NTT.
.
.
Terima kasih untuk tim yang luar biasa..🤗😘
Pelatih: Ida Kale Dipa & Andrew Kale Dipa
Narasi: Melda Koroh
Pengisi suara: Eben Lado
MUA: Envy Jacob & Maria M. Tade
Videografer: Riny Kale Dipa
Fotografer: NP
Para penari: Tira Lobo, Ina Kale Dipa, Dwi Chayani Bunga, Chelsy Medo, Marvel Radja, Airin Bunga, Nanda Lado, Ira Rihi, & Ida Kale Dipa.
.
Terima kasih juga karena selalu mendukung kami ketua Yayasan GPS: Jefrison Hariyanto Fernando