Перейти к содержимому

Hancur Lebur Dibom! Pangkalan AS di Teluk Ditutup, Pasukan Washington Diam-diam Kabur ke Yordania

Bangka Pos Official

0:00 / 0:00

Hancur Lebur Dibom! Pangkalan AS di Teluk Ditutup, Pasukan Washington Diam-diam Kabur ke Yordania

306 просмотров · 1 час назад
Bangka Pos Official
790 тыс. подписчиков
306 просмотров · 1 час назад
BANGKAPOS.COM - Hancur Lebur Dibom! Pangkalan AS di Teluk Ditutup, Pasukan Washington Diam-diam Kabur ke Yordania Iran mengklaim tekanan militernya mulai membatasi pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Intelijen IRGC bahkan menyebut sejumlah pangkalan AS ditutup dan pasukannya dipindahkan ke Yordania. Mengutip Al Mayadeen pada Jumat (25/9), Intelijen IRGC mengeklaim posisi AS di kawasan mulai tertekan. Menurut IRGC, operasi militer Iran telah mengubah situasi di lapangan dan membatasi ruang gerak pasukan AS. Intelijen IRGC menyebut sejumlah pangkalan Komando Pusat AS atau CENTCOM telah dievakuasi dan ditutup. Pasukan AS juga diklaim dipindahkan ke Yordania, sementara sejumlah peralatan militer dan aset intelijen ditarik lebih jauh. IRGC menyebut langkah tersebut menunjukkan perubahan pola operasi AS di kawasan. Menurut mereka, persoalannya bukan hanya kerusakan pada aset militer, tetapi juga berkurangnya kebebasan bergerak pasukan AS. Iran kemudian memperingatkan bahwa serangan baru dari AS dan Israel justru bisa memperluas medan perang. Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, menyebut Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab berpotensi menjadi front baru. Ia memperingatkan perang baru juga dapat meluas ke kawasan Samudra Hindia. Sementara itu, pejabat pertahanan Iran Majid Ebn al-Reza meminta AS dan Israel tidak menghadapi Iran dengan bahasa ancaman. Ia mengatakan Iran telah mengubah doktrin pertahanannya dan terus mengembangkan kemampuan militer sesuai kebutuhan baru. Panglima Tertinggi IRGC Mayor Jenderal Ahmad Vahidi juga menegaskan bahwa Iran tidak takut menghadapi perang. Pesan itu sejalan dengan pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum PBB. Pezeshkian menolak tudingan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran sebagai sponsor terorisme. Ia justru mengatakan Iran telah menjadi korban terorisme dan serangan dari pihak lawan. Pezeshkian juga menyebut AS dan Israel menyerang Iran menggunakan teknologi serta sistem senjata canggih. Namun, menurutnya, rakyat Iran tetap bertahan dan negara harus memiliki kemampuan untuk membela diri. Dengan klaim posisi AS yang semakin terbatas, Iran kini memperingatkan bahwa serangan baru dapat membuka medan konflik yang lebih luas. Ancaman tersebut membuat Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab ikut menjadi titik yang perlu diperhatikan dalam perkembangan konflik Iran dan AS. Editor : Darwinsyah Subscribe now for more Bangka Pos videos: https://www.youtube.com/bangkaposoffi... Like Bangka Pos on Facebook:   / bangkapos   Do You Have Instagram, follow us:   / bangkapos_