Перейти к содержимому

Mengapa Sriwijaya Disebut Kerajaan Bajak Laut? | @NaluriFiles

Naluri Files

0:00 / 0:00

Mengapa Sriwijaya Disebut Kerajaan Bajak Laut? | @NaluriFiles

203 просмотра · 9 дн. назад
Naluri Files
64 подписчика
203 просмотра · 9 дн. назад
Pernahkah kamu membayar tarif tol, lalu bertanya-tanya: siapa yang sebenarnya berhak menentukan biaya itu? Seribu tiga ratus tahun lalu, pertanyaan serupa menggantung di Selat Malaka. Di sana berdiri Sriwijaya — kekuatan maritim yang menguasai jalur dagang paling penting antara India dan Cina. Ia menarik biaya dari kapal yang lewat. Ia menuntut kapal singgah di pelabuhannya. Ia menghukum siapa pun yang mencoba menghindar. Dari situlah label itu muncul: kerajaan bajak laut. Tapi apakah label itu benar? Dalam video ini, kita menelusuri bukti-bukti yang jarang dibicarakan: — Prasasti Kedukan Bukit (683 Masehi) dan kisah Dapunta Hyang — Prasasti Talang Tuo (684 Masehi) tentang taman kesejahteraan — Catatan biksu I-Tsing yang menyebut Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran Buddha — Prasasti Tanjore dan serangan Rajendra Chola pada 1025 — Peran orang laut sebagai mata dan telinga di lautan Kita akan melihat bahwa Sriwijaya bukan sekadar perompak. Ia adalah penguasa pelabuhan, penjaga jalur, pemungut upeti, dan pelindung pedagang yang patuh. Bagi yang aman, ia pelindung. Bagi yang dirugikan, ia perampok. Sejarah sering bergantung pada siapa yang menulis catatan. Jadi ketika mendengar Sriwijaya disebut kerajaan bajak laut, jangan langsung percaya. Tanyakan dulu: siapa yang menulis label itu, dan siapa yang diuntungkan oleh cerita tersebut? Setiap video NALURI FILES adalah pertanyaan tentang dirimu yang belum pernah kamu tanyakan. #Sriwijaya #SejarahNusantara #NALURIFILES #SejarahIndonesia #KerajaanMaritim #SelatMalaka #SejarahAsia