🔴LIVE: Ketua MAKI Minta KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Sepulang dari Malaysia
Tribun Kaltim Official
0:00 / 0:00
🔴LIVE: Ketua MAKI Minta KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Sepulang dari Malaysia
5 061 просмотр · Трансляция закончилась 1 день назад
Tribun Kaltim Official
958 тыс. подписчиков
5 061 просмотр · Трансляция закончилась 1 день назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indone sia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat tiba di Tanah Air.
Boyamin juga menyebut Nusron diduga berangkat ke Malaysia tanpa izin resmi dari Presiden.
Menurut Boyamin, perjalanan dinas Nusron ke Malaysia sudah dimulai sejak Kamis dan berakhir hari ini.
Ia menyebut Nusron akan kembali ke Indonesia melalui Batam atau langsung dari Singapura maupun Malaysia.
“Kalau KPK masih ingin menjemput paksa Nusron Wahid, maka silakan menyambutnya... di bandara malam nanti atau besok pagi,” kata Boyamin kepada Tribunnews pada Senin (19/10/2026).
Boyamin juga menyoroti izin perjalanan tersebut.
Ia menyebut Nusron diduga belum mendapat izin dari Presiden saat berangkat pada hari Rabu.
“Diduga Nusron Wahid tidak mendapatkan izin dari Presiden ketika menjalankan perjalanan dinas pada hari Rabu. Dia hanya menyampaikan permohonan izin, tapi belum diizinkan oleh Pak Presiden, tapi sudah langsung berangkat,” ujarnya.
Menurut Boyamin, rencana perjalanan itu mendadak dan baru diajukan pada hari yang sama dengan keberangkatan.
“Pengajuannya juga baru hari Rabu, tapi belum dapat izin resmi, belum dapat ACC tetap berangkat,” katanya.
Boyamin menilai Nusron lebih mengutamakan urusan di luar negeri.
Ia merujuk pada rapat kabinet hari Jumat yang disebut diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang tidak dihadiri Nusron dan hanya diwakilkan.
“Menurut saya Nusron Wahid lebih mementingkan ke luar negeri daripada dalam negeri,” ucap Boyamin.
Ia juga mempertanyakan urgensi kunjungan ke Johor Bahru.
“Perjalanan dinasnya di Johor Bahru, Malaysia, saya melihatnya itu tidak urgen. Karena setahu saya hanya jalan-jalan yang tidak ada protokolernya,” tuturnya.
Boyamin mengakui Nusron bisa saja berdalih perjalanan itu terkait urusan tata ruang, mengingat Johor Bahru memiliki kawasan perumahan elite berskala besar.
Namun menurutnya, alasan tersebut tetap tidak mendesak.
“Tapi itu tidak urgen sekali untuk dalam negeri,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Boyamin meminta KPK bersikap tegas.
“Saya berharap KPK tetap konsisten untuk menjemput paksa Nusron Wahid untuk segera dimintai keterangan, untuk menghentikan polemik yang sudah ada,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Nusron Wahid, KPK, maupun pihak Istana terkait pernyataan tersebut.
(Tribun-Video.com)
Baca Selengkapnya: https://wow.tribunnews.com/news/40865...
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Sumber: Yulis GP
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: Ghozi Luthfi/Fachmi Rachman
#MAKI #KPK #nusronwahid #jemputpaksa