Перейти к содержимому

NGAJI: KISAH BERIMANNYA RAJA DHOLIM(Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad)

Masjid Al-Isti'dad

0:00 / 0:00

NGAJI: KISAH BERIMANNYA RAJA DHOLIM(Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad)

9 просмотров · Трансляция закончилась 1 день назад
Masjid Al-Isti'dad
149 подписчиков
9 просмотров · Трансляция закончилась 1 день назад
NGAJI: KISAH BERIMANNYA RAJA DHOLIM (Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH. Isroqunnajah) Syekh Abdullah Al-Yafi’i (Almarhum) pernah menulis cerita dalam kitabnya Raudhur rayaahin bahwasanya pada waktu dahulu ada seorang raja yang binal, banyak melakukan perbuatan durjana. Lantas kaum muslimin menyerangnya dan dapat ditangkap sebagai tawanan perang. Lalu mereka berkata: Dengan cara bagaimana kita membunuhnya, lalu mereka bersepakat meletakkannya ke dalam bejana besar untuk memanaskan air. Lalu dibakarnya dari bawah bejana itu. Dengan cara ini mereka tidak membunuhnya tapi siksaan ini lebih bisa dirasakan terus menerus. Akhirnya mereka melakukan apa yang telah disepakati di dalam perkumpulan, lantas si raja yang tertawan itu memanggil tuhan-tuhannya satu persatu, rupanya tuhan-tuhan itu tetap membisu, tuli tidak mendengarkan ucapannya. Dia berkata wahai fulan sesungguhnya aku menyembahmu agar kamu menyelamatkan aku dari bencana yang menimpaku. Rupanya setelah harapannya kepada tuhan-tuhan sudah putus, lalu dia mengangkat kepalanya ke langit dan membaca Laa Ilaha Illallah serta berdoa dengan hati yang ikhlas. Lalu do’anya mendapat tanggapan dari Allah swt dan hujanpun turun seketika sehingga bisa memadamkan api itu. Kemudian ada angin kencang yang datang dari arah yang tidak diketahui, lalu bisa membawa bejana itu ke atas berputar-putar antara langit dan bumi. Raja tadi tetap membaca Laa Ilaha Illallah. Lalu dilemparkan ke daerah dimana penduduknya tidak menyembah kepada Allah swt. Akhirnya mereka mengeluarkannya dari bejana itu dan berkata: ‘Ada apa kamu?’ Lalu dia berkata: ‘Aku ini raja bani fulan, aku pernah mengalami peristiwa yang amat pedih.’ Lalu diceritakanlah apa yang dialaminya, akhirnya penduduk daerah itu beriman seluruhnya. CARA MENEBUS NERAKA (Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH. Isroqunnajah) Syekh Abu Zaid Al Quthubi pernah bercerita bahwa dia pernah mendengar dari orang-orang tua dahulu yaitu ada atsar yang mengatakan: Barangsiapa yang membaca Laa Ilaha Illallah tujuh puluh ribu kali maka bisa digunakan tebusan dari api neraka. Dengan demikian seorang yang membacanya akan masuk surga, akupun tidak segan-segan melakukannya, lantaran menginginkan mendapatkan janji yang menyenangkan itu. Aku membaca Laa Ilaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali dengan niat untuk keluargaku agar diselamatkan dari api neraka dan yang lain aku simpan untuk diriku sendiri. Ada seorang pemuda yang ketepatan menginap di rumahku. Ada orang bilang pemuda itu bisa melihat surga dan neraka dengan kasyaf. Tapi tidak seterusnya, namun pada suatu saat belaka. Orang-orang juga mengakui atas kelebihan pemuda itu sekalipun usianya masih pendek. Ada sesuatu yang perlu kubuktikan kepada pemuda itu. Pada suatu hari ada sebagian teman mengundang kami agar pergi ke rumahnya, kitapun bertemu dengan pemuda itu lagi. Lalu kita sama-sama memakan hidangan, dan meminumnya. Tiba-tiba pemuda itu menjerit dengan suara yang keras. Dia berkata: Wahai pamanku ini ibuku sedang berada di neraka. Lalu pemuda itu menjerit dengan suara yang keras lagi, orang-orang yang mendengarkan bahwa di balik jeritannya itu ada sesuatu yang mengejutkan. Aku berkata: Pada hari aku ingin mencoba atas kebenaran anggapan pemuda itu. Lalu Allah menurunkan ilham padaku agar aku membaca Laa Ilaha Illallah tujuh puluh ribu kali sebagai tebusan untuk ibunya pemuda ini, tidak ada seorangpun yang mengetahui bahwa aku diberi ilham seperti itu. Aku berkata: Atsar atau hadis tersebut jelas benar, perawi-perawinya juga orang-orang yang bersungguh-sungguh, tidak bohong. Aku berkata: ‘Ya Allah sesungguhnya bacaan Laa Ilaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu itu sebagai tebusan ibu pemuda ini.’ Kata hati itu masih belum berhenti, pemuda itu berkata: ‘Wahai pamanku ini ibuku dikeluarkan dari api neraka dan alhamdulillah.’ Ayo Tiap hari ngaji kitap kuning di: https://chat.whatsapp.com/E1AkiLRnvFG... Simak Vidio nya di: https://www.youtube.com/live/4a0TLGbUS_I Diisi oleh Pengasuh Top Ustadz dari UIN Malang: Dr. KH Isroqunnajah, Prof. Roibin, Dr Syamsul Arifin, Dr Syuhada, Dr Mustofa Bisri, Dr Saiful Mustofa, Gus Najib, Ustadz Alimuddin, KH Dr. Sutaman, Ustadz Zainal Arifin, Ustadz Dr. Abdullah Zainur Rauf M.Hi.dan lain-lain 260914. (Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH. Isroqunnajah). Masjid Jami’ AL ISTI’DAD, Jl. Joyo Suryo No. 635 Merjosari-Malang, Jawa Timur, Indonesia. Silahkan DI SHARE. Pertanyaan/konsultasi ke beliau: 0857-8566-9933 / 0852 33 1111 74.