Drama Gembok Menggembok Gerbang Kwan Sing Bio Tuban Terulang, Umat Buka Paksa
Harian Surya
0:00 / 0:00
Drama Gembok Menggembok Gerbang Kwan Sing Bio Tuban Terulang, Umat Buka Paksa
1 516 просмотров · 5 месяцев назад
Harian Surya
3,62 млн подписчиков
1 516 просмотров · 5 месяцев назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Aksi saling gembok di TITD Kwan Sing Bio Tuban kembali terjadi saat panitia kirab hendak menggelar rapat gladi menjelang agenda kirab 1 Mei mendatang.
Gerbang klenteng yang dirantai dan digembok membuat panitia terpaksa membuka paksa akses masuk agar kegiatan persiapan tetap berlangsung. Sejumlah panitia yang juga merupakan umat klenteng tampak kesal atas tindakan tersebut.
Di saat bersamaan, Komisi II DPRD Kabupaten Tuban melakukan kunjungan kerja ke lokasi guna menindaklanjuti konflik berkepanjangan terkait pengelolaan klenteng dan polemik pelaksanaan kirab.
Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, menyoroti aksi kunci-mengunci gerbang klenteng yang dinilai mengganggu peziarah maupun umat yang hendak beribadah.
“Jangan sampai persoalan ini menghalangi orang beribadah. Banyak tamu dari luar kota datang ingin ziarah dan sembahyang, tapi justru dikunci seperti ini,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Terkait pelaksanaan kirab, Roni menyebut DPRD telah dua kali menggelar rapat dengan mengundang seluruh unsur umat, panitia, hingga organisasi perangkat daerah guna mematangkan agenda tersebut.
Namun menjelang pelaksanaan, muncul surat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang disebut belum berani memberi izin karena masih adanya konflik internal.
Padahal, menurut Fahmi, usulan kegiatan tersebut berasal dari panitia yang juga merupakan bagian dari umat klenteng.
“Dalam AD/ART TITD, musyawarah tertinggi ada di keputusan umat. Harusnya kegiatan umat ini bisa diizinkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Go Tjong Ping yang mengklaim sebagai Ketua TITD Kwan Sing Bio menyebut dirinya tidak mengetahui siapa pihak yang melakukan penggembokan gerbang klenteng naun ia menduga ada oknum dibalik gembok menggembok gerbang tersebut.
“Siapa yang menggembok saya enggak tahu. Tapi ada sejumlah oknum yang keberatan tempat ini dipakai untuk kegiatan umat, termasuk kirab maupun acara lainnya,” ujar Go Tjong Ping.
Ia menegaskan sejak kerja sama pengelolaan dengan pihak Surabaya berakhir pada 31 Desember 2024, pengelolaan klenteng seharusnya berada di tangan umat anggota.
“Sejak 1 Januari 2025 itu yang merasa sebagai pengelola adalah umat anggota. Jadi kegiatan umat, termasuk kirab, seharusnya bisa berjalan,” imbuhnya .
Go Tjong Ping juga menilai penolakan terhadap kegiatan kirab justru memperpanjang konflik yang seharusnya bisa diselesaikan melalui musyawarah.
Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!
https://whatsapp.com/channel/0029VaUt...
Video & Reporter : Muhammad Nurkholis
Editor Video : Ahmad Zaimul Haq
WEBSITE:
http://surabaya.tribunnews.com/
Instagram:
/ suryaonline
Facebook:
/ suryaonline
YOUTUBE
/ @tribunnewssurya
#TribunnewsSURYA
#hariansurya
#suryaonline
#jawatimur
#jatim
#tuban
#klenteng
#kwansingbio
#klentengkwansingbio