RUANG DI TENGAH RIUH: SATU HALAMAN, DUA GENERASI | Kisah Inspirasi Bersama Perpustakaan
Sefti Kendiani
0:00 / 0:00
RUANG DI TENGAH RIUH: SATU HALAMAN, DUA GENERASI | Kisah Inspirasi Bersama Perpustakaan
69 просмотров · 13 дн. назад
Sefti Kendiani
46 подписчиков
69 просмотров · 13 дн. назад
*RUANG DI TENGAH RIUH: SATU HALAMAN, DUA GENERASI*
Sebuah perjalanan literasi, ibu dan masa depan
Ketika literasi menjadi warisan, dan perpustakaan menjadi ruang untuk bertumbuh.
Di tengah kesibukan sebagai perempuan yang bekerja sekaligus seorang ibu, selalu ada ruang untuk belajar, menemukan inspirasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi.
Saya Sefti. Perjalanan saya mengenal literasi bermula dari kecintaan pada puisi. Dari kata-kata, saya belajar memahami makna, menyampaikan perasaan, dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Namun, perjalanan itu tidak berhenti pada puisi. Seiring bertambahnya peran dan tanggung jawab, saya menyadari bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat.
Melalui Perpustakaan Modern Kota Lubuk Linggau, saya menemukan ruang untuk memperluas wawasan, mempelajari hal-hal baru, serta menggali pengetahuan yang relevan dengan kehidupan dan peran saya sebagai seorang ibu.
Kini, saya ingin mengenalkan ruang yang sama kepada anak saya, Zikri. Bagi saya, mengajak anak dekat dengan buku bukan hanya tentang mengenalkan huruf dan bacaan, melainkan juga menumbuhkan rasa ingin tahu, imajinasi, dan semangat belajar sejak dini.
Inilah makna *Satu Halaman, Dua Generasi*: saya membaca untuk terus bertumbuh, sementara anak saya mulai mengenal buku sebagai jendela menuju dunia yang lebih luas.
Saya percaya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan bekal untuk berpikir, memahami, berkarya, dan mempersiapkan masa depan. Perpustakaan pun bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang terbuka bagi siapa saja untuk belajar, berkembang, dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.
Sebab, ketika budaya membaca tumbuh dalam keluarga dan didukung oleh perpustakaan yang hadir bagi masyarakat, kita sedang menanam benih bagi lahirnya generasi yang berpengetahuan, berdaya, dan siap menghadapi masa depan.
*Satu halaman mungkin terlihat sederhana. Namun, dari satu halaman, sebuah pemikiran dapat tumbuh. Dari kebiasaan membaca, sebuah generasi dapat berubah.*
Melalui karya ini, saya ingin menyampaikan bahwa membangun masyarakat yang literat dapat dimulai dari langkah kecil di rumah, diperkuat melalui perpustakaan, dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Mari bersama menumbuhkan budaya literasi demi mewujudkan Kota Lubuk Linggau yang cerdas, berdaya, dan juara.
*Identitas Karya*
Judul: Ruang di Tengah Riuh: Satu Halaman, Dua Generasi
Tema Video : *Kisah Inspirasi Bersama
Perpustakaan*
Perpustakaan Modern, Literasi Berkualitas, Kota Lubuk Linggau Juara
#PerpustakaanModern #LiterasiBerkualitas #LubukLinggauJuara #KisahInspirasiDariPerpustakaan #BudayaLiterasi #LiterasiKeluarga #PerpustakaanModernLubukLinggau