Wapres RI Terima Kunjungan DPM Malaysia, Bahas Ekosistem Halal Serta Pelindungan Bagi Pekerja Migran
Tribunnews
0:00 / 0:00
Wapres RI Terima Kunjungan DPM Malaysia, Bahas Ekosistem Halal Serta Pelindungan Bagi Pekerja Migran
339 просмотров · 1 час назад
Tribunnews
15,6 млн подписчиков
339 просмотров · 1 час назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi.
Pertemuan kenegaraan ini dilangsungkan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Gibran menegaskan bahwa Malaysia bukan sekadar negara tetangga, melainkan sahabat dekat dan mitra strategis bagi Indonesia.
Ia pun turut menyampaikan salam khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada perwakilan negeri jiran tersebut.
"Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk Yang Mulia. Terima kasih sekali untuk kedatangannya. Malaysia adalah kawan dekat kami, mitra strategis kami," tutur Wapres Gibran.
Eks Wali Kota Solo itu meyakini, pertemuan ini akan semakin mempererat kerja sama bilateral sekaligus membuka peluang baru yang menguntungkan kedua negara di masa depan.
Menanggapi sambutan hangat Gibran, DPM Ahmad Zahid turut menyampaikan apresiasi dan membalasnya dengan titipan salam dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
"Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas sambutan yang sangat hangat setiap kali saya berada di Indonesia. Dan saya ingin menyampaikan salam dari Yang Mulia Bapak Anwar Ibrahim," ucapnya.
Gebrakan Triliunan Dolar di Sektor Halal
Lebih lanjut, pertemuan strategis ini membahas tindak lanjut kerja sama di sektor industri halal.
Diketahui, lawatan Ahmad Zahid ke Tanah Air merupakan respons atas undangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menghadiri The 5th Summit of Halal 20 (H20).
Menurut DPM Malaysia, potensi pasar produk halal global saat ini sangat menggiurkan, yakni menyentuh angka 1,3 Triliun US Dollar.
"Paling penting karena produk halal ini, di market, kebutuhan di dunia bernilai 1,3 trillion US Dollar. Besar," beber Ahmad Zahid.
Merespons potensi raksasa tersebut, Kepala BPJPH Ahmad Haikal menyebut Wapres Gibran sangat mendukung percepatan pembentukan ASEAN Halal Council.
Sebagai langkah awal, pada akhir tahun ini Indonesia dan Malaysia akan memprakarsai Indonesia-Malaysia Halal Council agar sertifikasi produk dari kedua negara bisa saling diakui secara otomatis.
"Sehingga barang-barang halal yang ada di Indonesia itu sudah otomatis halal di Malaysia dan barang-barang di Malaysia pun sudah di Indonesia," jelas Haikal.
Bahas Dana Desa hingga Nasib Pahlawan Devisa
Selain urusan ekonomi halal, Gibran dan Ahmad Zahid juga bertukar pikiran soal strategi pembangunan perdesaan.
Sebagai Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah, Ahmad Zahid melihat banyak kesamaan demografis antara Indonesia dan negaranya, khususnya terkait perencanaan kawasan penduduk transmigrasi di luar perkotaan.
Merespons hal itu, Wapres Gibran memaparkan pengalaman panjang Indonesia dalam mengelola lebih dari 75 ribu desa melalui kucuran Dana Desa yang telah berjalan sejak 2015.
Isu krusial lain yang tak luput dari perhatian serius Wapres Gibran adalah nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negeri Jiran.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin yang turut hadir menjelaskan bahwa Wapres mewanti-wanti dan menitipkan pesan khusus agar Malaysia memberikan proteksi maksimal bagi para pahlawan devisa.
"Terkait dengan pelindungan pekerja migran yang ada di Malaysia. Termasuk tadi Pak Wakil Presiden juga memesankan pentingnya memberikan proteksi yang bagus, pelindungan yang baik terhadap pekerja-pekerja migran kita," tegas Mukhtarudin.
Pemerintah RI juga mendorong adanya penambahan kuota penempatan tenaga kerja di sektor formal. Langkah ini diambil agar PMI di Malaysia tidak terus-terusan didominasi oleh pekerja sektor informal, melainkan mulai menyasar tenaga kerja dengan keterampilan menengah dan tinggi (medium and high-skilled workers).
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Editor: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: Bintang Nur Rahman