Перейти к содержимому

Penggurunan Kalimantan Dimulai! Saat Sungai Mati dan Listrik Jawa Terancam

Kendati Demikian

0:00 / 0:00

Penggurunan Kalimantan Dimulai! Saat Sungai Mati dan Listrik Jawa Terancam

156 136 просмотров · 16 ч назад
Kendati Demikian
236 тыс. подписчиков
156 136 просмотров · 16 ч назад
Penggurunan Kalimantan Dimulai! Saat Sungai Mati dan Listrik Jawa Terancam Sungai-sungai besar di Kalimantan seharusnya menjadi urat nadi kehidupan. Selama ribuan tahun, hutan hujan dan lahan gambut bekerja seperti spons raksasa yang menyimpan air dan perlahan melepaskannya ketika musim kemarau tiba. Namun kini, sebuah pemandangan yang mengkhawatirkan mulai terlihat. Dalam beberapa bulan musim kemarau, sungai-sungai yang biasanya memiliki volume air sangat besar dapat berubah menjadi hamparan pasir. Kapal-kapal tongkang yang selama ini mengangkut ribuan ton batu bara dan berbagai komoditas pun terancam kandas ketika aliran sungai menyusut. Apakah ini hanya akibat kemarau panjang dan El Nino? Atau ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang terjadi pada sistem hidrologi Kalimantan? Video ini membahas bagaimana kerusakan hutan hujan, pembukaan perkebunan, pertambangan batu bara, pengeringan lahan gambut, erosi, dan sedimentasi dapat mengubah kemampuan tanah dalam menyimpan air. Ketika fungsi alami ekosistem tersebut rusak, hujan deras dapat berubah menjadi limpasan dan banjir, sementara musim kemarau justru meninggalkan tanah yang semakin kering. Lebih jauh lagi, pengeringan lahan gambut bukan hanya persoalan air. Gambut yang kehilangan kelembapannya dapat mengalami perubahan fisik dan kehilangan kemampuannya untuk menyerap air seperti sebelumnya. Kondisi tersebut juga meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran. Ketika sungai semakin dangkal akibat sedimentasi dan alirannya menyusut, dampaknya tidak berhenti di pedalaman Kalimantan. Sungai adalah jalur transportasi, sumber makanan, dan bagian penting dari kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan. Ketika sungai mengering, desa-desa pedalaman dapat kehilangan akses transportasi dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Dan ada satu persoalan yang jauh lebih besar. Sebagian besar rantai pasokan batu bara dari Kalimantan menuju berbagai wilayah Indonesia sangat bergantung pada jalur sungai dan transportasi tongkang. Jika sungai menjadi terlalu dangkal, kapal dapat kandas dan distribusi batu bara terganggu. Pada titik inilah persoalan ekologis Kalimantan dapat berubah menjadi persoalan energi nasional. Karena ketika pasokan batu bara terganggu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang bergantung pada bahan bakar tersebut juga dapat menghadapi tekanan pasokan. Efeknya berpotensi merambat ke industri, harga barang, hingga kehidupan masyarakat di Pulau Jawa. Apakah penggurunan Kalimantan benar-benar sedang dimulai? Atau ini adalah tanda peringatan bahwa ekosistem yang selama ini kita anggap tidak akan pernah berubah ternyata memiliki batas? Video ini adalah gambaran tentang sungai yang mengering, hutan yang kehilangan fungsinya, lahan gambut yang dikeringkan, tanah yang mengalami degradasi, serta sebuah rantai pasokan energi yang ternyata sangat bergantung pada kondisi alam Kalimantan. Karena jika Kalimantan kehilangan kemampuan untuk menyimpan air, dampaknya mungkin tidak akan berhenti di Kalimantan. Dan pada akhirnya, apa yang terjadi di hulu bisa menentukan apa yang menyala atau padam di Pulau Jawa. #kalimantan #sungaikalimantan #penggurunan