Перейти к содержимому

Lovee

mipa oneone

0:00 / 0:00

Lovee

331 просмотр · 4 мес. назад
mipa oneone
3 подписчика
331 просмотр · 4 мес. назад
Nala adalah seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Di usianya yang seharusnya dipenuhi tawa dan mimpi sederhana, ia justru dipaksa mengenal gelapnya dunia terlalu dini. Ia pindah sekolah setelah namanya terseret dalam sebuah kasus yang menghebohkan banyak orang—sebuah peristiwa yang membuat seorang siswa terbaring koma. Beberapa minggu lamanya, Nala mendekam di lapas remaja. Tatapan manusia menghukumnya lebih kejam daripada dinding besi yang mengurungnya. Namun pada akhirnya, ia dibebaskan atas dasar pembelaan diri. Kenyataannya, Nala bukanlah pelaku seperti yang orang-orang bicarakan. Ia hanyalah seorang korban bullying yang terlalu lama menahan luka. Dalam ketakutan dan kepanikan, ia melawan untuk pertama kalinya. Dorongan kecil dari tangannya membuat sang pelaku terjatuh dari tangga—sebuah kejadian yang tak pernah benar-benar ia inginkan. Namun manusia lebih mudah mempercayai gosip daripada kenyataan. Teman-teman sang pelaku memperbesar cerita, menuduh Nala sebagai pembunuh tanpa pernah mencari kebenaran. Nama Nala berubah menjadi bisikan buruk di lorong sekolah dan bahan hinaan di banyak mulut. Hidup Nala pun tak pernah benar-benar hangat. Bersama ayahnya, ia tumbuh di antara kekerasan fisik dan batin. Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang justru menjelma ruang penuh luka. Beruntung, ibunya datang membawa Nala pergi dari kehidupan itu, seolah mencoba menyelamatkan sisa cahaya yang masih ada dalam dirinya. Namun takdir rupanya belum selesai menguji. Tak lama setelah terbebas dari semua penderitaan itu, tubuh Nala mulai melemah. Penyakit bawaan yang sejak lahir diam bersemayam perlahan merenggut hidupnya. Hari demi hari, tubuhnya semakin rapuh, hingga pada akhirnya ia menutup mata untuk selamanya. Dan dunia yang dahulu begitu sibuk menghakiminya, terlambat menyadari bahwa Nala hanyalah seorang anak yang terlalu sering disakiti, terlalu lama memendam luka, dan terlalu cepat pergi sebelum sempat benar-benar merasakan hidup dicintai. Produsen XI I.I