Перейти к содержимому

Breaking News! Tangis Keluarga Pecah Saat Terima 15 Fragmen Tulang Dini Hardiyanti & Anaknya

TribunJatim Official

0:00 / 0:00

Breaking News! Tangis Keluarga Pecah Saat Terima 15 Fragmen Tulang Dini Hardiyanti & Anaknya

33 810 просмотров · Трансляция закончилась 1 дн. назад
TribunJatim Official
3,41 млн подписчиков
33 810 просмотров · Трансляция закончилась 1 дн. назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJATIM.COM - Tangis Hartik (66) ibunda kandung Dini Hardiyanti (30) korban pembunuhan keji dan perusakan jasad yang dilakukan suami sirinya, Dwi Bagus Martono (40) langsung pecah saat menjalani prosesi penyerahan peti jenazah sang anak dan cucunya di Kamar Mayat RS Bhayangkara Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB, pada Rabu (4/11/2026). Bukan cuma Hartik, sang adik kandung, Khanza, juga tak bisa membendung derasnya air mata yang tumpah saat berjalan menyusuri lorong kamar mayat. Bahkan, saking tak kuasanya, ia cuma bisa berdiri di sisi belakang peti jenazah berwarna putih membelakangi foto semasa hidup dari kedua korban; Dini dan putranya AG (4). Sedangkan, Hartik, harus tetap membuat tubuhnya senantiasa tegar, karena Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P. bakal menyerahkan berkas hasil pemeriksaan DNA yang telah dilakukan tim medis RS Bhayangkara Surabaya; sebagai prosesi penyerahan jenazah korban kepada pihak keluarga. Namun, pada saat momen menunggu, kedua peti jenazah korban diangkut ke dalam mobil ambulan, tubuh Hartik mendadak sempoyongan hingga nyaris ambruk di ruang administrasi kamar mayat. Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P., Sp.PD., M.A.R.S., FINASIM., menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan dan identifikasi temuan belasan fragmen tulang manusia. Bahwa, berdasarkan hasil uji laboratorium forensik dan pemeriksaan DNA, terdapat 15 fragmen tulang yang diperiksa dipastikan identik dengan sampel pembanding dari ibu kandung korban, Hartik. "Terkait 15 fragmen itu, sudah kita identifikasi bahwa itu adalah (tulang) manusia," ujarnya saat didepan teras Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya. Ia menambahkan, pengujian DNA yang dicocokkan dengan pembanding darah ibu korban telah rampung pada tanggal 30 Oktober lalu dan menunjukkan hasil yang konkret. "Pemeriksaan lanjutan dengan DNA sebagai pembanding yang kita ambil adalah ibu dari korban. Sudah jadi tanggal 30 Oktober, bahwa betul tulang dengan pembanding dari ibu yang kita ambil dari darah itu adalah identik. Jadi bisa dipastikan bahwa fragmen tulang itu adalah fragmen tulang milik almarhum korban," ungkapnya. Mengenai rincian bentuk fisik dari 15 potongan tulang tersebut, dr Wahono mengakui, tim forensik menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi secara detail seluruh potongan karena ukurannya yang sangat kecil dan tidak utuh. "Kalau merincikan 15 fragmen itu sangat sulit karena kondisinya kecil-kecil. Tulang kalau sudah dipotong menjadi kecil-kecil kita susah," jelas Wahono. Meski demikian, dari pengamatan struktur anatomi, tim ahli forensik berhasil mengidentifikasi salah satu bagian utama dari belasan potongan tersebut, yakni sebagai salah satu bagian tulang panggul. "Tapi ada salah satu bagian tulang yang dari tulang anatominya, itu bagian dari kalau bahasa Indonesia, tulang panggul. Tapi untuk yang lain bukan utuh ya, ini serpihan. Untuk yang lain kita agak sulit untuk membedakan kalau tulang itu sudah menjadi fragmen kecil-kecil atau potongan kecil-kecil," pungkasnya. Sementara itu, pengacara keluarga korban Ikbal Sermaf menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja Polisi dalam mengungkap kasus ini secara terang benderang. "dari penyidikan ini kami sangat dibantu oleh Polda Jatim untuk keseluruhan mulai dari ah memfasilitasi kami untuk bagaimana dari proses awal sampai akhir," ujar pria berkemeja lengan pendek warna putih itu. Reporter: Luhur Pambudi Host: Heftys S Editor & Uploader Video: Ahmad Zaimul Haq Website https://jatim.tribunnews.com/ Twitter   / tribunjatim   Facebook   / tribunnewsjatim   Instagram   / tribun_jatim   #tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia