Перейти к содержимому

"Baru Kali Ini Beli BBM sampai Menginap di Jalan" Cerita Warga Bali Rela Antre Pertalite 20 Jam

Tribunnews

0:00 / 0:00

"Baru Kali Ini Beli BBM sampai Menginap di Jalan" Cerita Warga Bali Rela Antre Pertalite 20 Jam

16 183 просмотра · 2 дня назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
16 183 просмотра · 2 дня назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan Pertalite. Bahkan, sejumlah warga terpaksa bermalam di tengah antrean karena stok BBM habis sebelum giliran mereka tiba. Pengalaman tersebut dialami Ida Bagus Made Budiarta bersama istri dan anaknya yang harus menunggu hampir 20 jam hingga akhirnya mendapatkan BBM. Budiarta mengaku belum pernah mengalami antrean sepanjang itu selama menggunakan kendaraan di Bali. Lamanya waktu menunggu membuat keluarganya sejak awal membawa tikar untuk beristirahat di sekitar lokasi antrean. Antre BBM dari Malam hingga Sore Budiarta mengatakan dirinya sempat berpindah-pindah mencari SPBU yang masih memiliki pasokan BBM. Bersama keluarganya, ia sempat mencari bahan bakar di kawasan Batu Kandik sebelum akhirnya menuju SPBU di kawasan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, Denpasar. Dalam perjalanan, Budiarta sempat melihat informasi mengenai SPBU melalui aplikasi, tetapi keberadaan tanda Pertamina tidak menjamin ketersediaan BBM. Ia kemudian melanjutkan perjalanan hingga masuk dalam antrean panjang di kawasan Gatsu Barat. Menurut Budiarta, antrean kendaraan saat itu membentang hingga sekitar 12 kilometer. "Kalau enggak salah itu sekitar, kalau dihitung mungkin 12 kilo ada ya," ujarnya. Antrean dipenuhi mobil dan sepeda motor, sementara petugas berupaya mengatur kendaraan agar tetap tertib. Warga yang hendak mengantre juga mendapat informasi bahwa stok BBM mulai menipis. "Petugas ngasih tahu itu apa namanya? Stok bensin sudah mulai habis. Kalau mau ngantre, silakan ngantre dengan tertib," kata Budiarta. Stok BBM Habis, Warga Tetap Bertahan Setelah menunggu berjam-jam, Budiarta dan keluarganya belum juga mendapatkan BBM. Saat pagi hari, stok di SPBU kembali habis, sementara kendaraan mereka sudah kehabisan bahan bakar sehingga sulit untuk berpindah mencari SPBU lain. Kondisi tersebut membuat mereka memilih bertahan hingga pasokan kembali tersedia. Waktu tunggu yang semula diperkirakan hanya beberapa jam akhirnya mencapai hampir 20 jam. "Berarti jadinya totalnya 20 jam ya kita menunggu di situ ya. 20 jam ya," ujarnya. Budiarta bersama keluarganya akhirnya mendapatkan BBM sekitar pukul 15.00 Wita setelah mobil tangki tiba dan pasokan kembali tersedia. Meski demikian, ia mengaku sempat merasa kesal karena stok BBM kembali habis ketika kendaraannya sudah berada di dekat pintu masuk SPBU. "Perasaan jengkel ya ada jelas ya. Tapi mau bagaimana?" katanya. Karena kendaraan sudah kehabisan BBM, Budiarta mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan menunggu. Bawa Tikar hingga Tidur di Sekitar Antrean Lamanya antrean membuat keluarga Budiarta memanfaatkan waktu untuk beristirahat di sekitar lokasi. Mereka memang telah membawa tikar sejak awal karena memperkirakan antrean akan berlangsung lama. "Dari awal kita sudah bawa tikar ya untuk tempat duduk, tapi ternyata kita nginap ya itu terpakai tidur di sana gitu," tuturnya. Budiarta, istri, dan anaknya kemudian beristirahat di sekitar lokasi antrean sembari berbincang dengan warga lain yang mengalami kondisi serupa. "Banyak ngobrolnya, tidur di trotoar. Tapi pada saat tidurnya ya di bawah atap sedikit ya, bukan di trotoar ya," katanya. Suasana berubah ketika mobil tangki BBM akhirnya tiba. Warga yang telah berjam-jam menunggu langsung menyambut kedatangan pasokan tersebut dengan sorakan. "Terjadi kelucuan di mana saat tangki datang semua bersorak. Yang pertama dapat BBM bersorak ria," ujar Budiarta. Warga Saling Berbagi Makanan Di tengah panjangnya antrean, Budiarta juga melihat kepedulian masyarakat terhadap warga yang sedang menunggu BBM. Sejumlah pihak membagikan makanan dan minuman kepada warga yang harus bertahan selama berjam-jam di sekitar SPBU. Bantuan tersebut sedikit meringankan beban warga selama menunggu pasokan BBM kembali tersedia. Bagi Budiarta, pengalaman tersebut menjadi peristiwa luar biasa yang belum pernah ia alami sebelumnya. "Iya. Pengalaman yang luar biasa untuk masyarakat Bali. Ee apa namanya? Ee mungkin mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir untuk sampai terjadi antrean yang cukup panjang. Sekian hari kita mengantre masyarakat Bali," katanya. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pengalaman pertama sekaligus terakhir bagi masyarakat Bali. "Baru saya mulai bawa motor, bawa kendaraan, mungkin ini yang sejarah pertama kalinya kita mengantre yang begitu panjang sampai berkilo-kilo," ujarnya. Budiarta berharap persoalan pasokan BBM di Bali segera teratasi sehingga masyarakat tidak perlu kembali menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar. (*) Program: Saksi Kata Sumber: Tribun Bali Editor: Akmal Khoirul Habib #AntreanBBM #BBMBali #Pertalite #Denpasar #GatsuBarat #KrisisBBM #AntreanSPBU #WargaBali #KisahWarga #BeritaBali