Перейти к содержимому

136 - Darah & Mahkota Jenggala: Rahasia Peperangan Saudara Mapanji Garasakan vs Kediri!

Thunderhorse Pecinta Cerita

0:00 / 0:00

136 - Darah & Mahkota Jenggala: Rahasia Peperangan Saudara Mapanji Garasakan vs Kediri!

56 просмотров · 23 ч назад
Thunderhorse Pecinta Cerita
328 подписчиков
56 просмотров · 23 ч назад
Eksplorasi mendalam sejarah Kerajaan Jenggala, sebuah entitas politik maritim bercorak Hindu-Buddha yang berdiri di pesisir utara Jawa Timur pada tahun 1042 Masehi1. Berpusat di Kahuripan dan menguasai simpul perdagangan maritim Hujung Galuh (Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto), Jenggala lahir dari keputusan dramatis Raja Airlangga yang membagi Kerajaan Kahuripan menjadi dua bagian demi mencegah perang saudara di antara anak-anaknya1. Melalui riset epigrafi dan analisis historiografi terbaru, dokumenter sinematik ini mengungkapkan silsilah resmi raja-raja Jenggala berdasarkan bukti arkeologis sahih, mulai dari kepemimpinan Mapanji Garasakan (1042–1052 M), Alanjung Ahyes (1052–1059 M), hingga Sri Samarotsaha (1059 M)7. Pelajari bagaimana Mapanji Garasakan berjuang mengokohkan kedaulatan Jenggala melalui pertempuran sengit melawan Haji Panjalu, yang terabadikan secara terperinci dalam Prasasti Turun Hyang II (1044 M), Prasasti Kambang Putih (1050 M), Prasasti Malenga (1052 M), dan Prasasti Garaman (1053 M)6. Temukan pula fakta menarik mengenai orientasi ekonomi Jenggala yang berbasis perdagangan maritim dan internasional melalui pelabuhan pesisir Tuban dan Hujung Galuh, serta perbandingannya dengan struktur agraris pedalaman Kerajaan Panjalu (Kediri) yang sangat subur2. Meskipun kerap diwarnai ketegangan militer dan persaingan ekonomi, dinamika kedua kerajaan saudara ini akhirnya mencapai titik balik melalui strategi diplomasi dan pernikahan politik antara Sri Kameswara dari Kediri dengan Putri Kirana dari Jenggala pada dekade 1130-an2. Video ini juga membedah transformasi sejarah nyata menjadi legenda kebudayaan abadi melalui lahirnya Sastra Panji—kisah cinta legendaris antara Panji Asmarabangun dan Galuh Candra Kirana yang diabadikan dalam Kakawin Smaradahana karya Mpu Dharmaja serta tari-tarian topeng tradisional Nusantara2. Disajikan dengan visualisasi sinematik berkualitas tinggi, narasi puitis mendalam, dan rekonstruksi alur cerita 100 adegan yang memukau, Anda akan dibawa melintasi lorong waktu menyaksikan bentrokan senjata, kejayaan pelabuhan kuno, hingga peristiwa penyatuan abadi Panjalu Jayati di bawah kepemimpinan Raja Sri Jayabaya1. Saksikan dokumenter sejarah terlengkap Kerajaan Jenggala dan temukan warisan kebudayaan yang membentuk identitas Jawa Timur hingga hari ini.