Перейти к содержимому

tempat berlabuh

eko agus

0:00 / 0:00

tempat berlabuh

117 просмотров · 12 дней назад
eko agus
80 подписчиков
117 просмотров · 12 дней назад
Lirik Di matamu, kulihat teduh, Semua ragu perlahan luluh, Kau bukan hanya kekasih, Kau rumah tempatku berlabuh. Saat dunia terasa melelahkan, Dan langkahku kehilangan arah, Kau hadir tanpa banyak kata, Memelukku dengan sederhana. Entah apa yang Tuhan rencanakan, Tapi aku tahu satu hal, Dari sekian banyak perjalanan, Kaulah yang ingin kugenggam. Malam dingin, menyeduh kopi, Manis rasanya ditambah gula, Hanya padamu kuikat hati, Dari sekarang hingga tua nanti. Biar waktu terus berjalan, Biar rambut memutih perlahan, Selama tanganmu masih kugenggam, Aku tak takut menghadapi zaman. Tak perlu janji yang sempurna, Tak perlu dunia jadi milik kita, Cukup kau tetap di sisiku, Menemani hari-hari sederhana. Kita tertawa karena hal kecil, Bertengkar lalu saling mengalah, Mungkin cinta memang tak selalu manis, Tapi bersamamu semuanya indah. Jika nanti langkah mulai melambat, Dan usia tak lagi muda, Aku ingin tetap melihat senyummu, Seperti pertama kali kita berjumpa. Malam dingin, menyeduh kopi, Manis rasanya ditambah gula, Hanya padamu kuikat hati, Dari sekarang hingga tua nanti. Biar waktu terus berjalan, Biar rambut memutih perlahan, Selama tanganmu masih kugenggam, Aku tak takut menghadapi zaman. Kalau esok tak seperti harapan, Kalau jalan penuh ujian, Aku tetap memilih bertahan, Sebab cintaku bukan sementara. Di matamu, masih kulihat teduh, Tempat semua resahku berlabuh, Kau bukan hanya kekasihku, Kau rumah yang selalu kutuju. Malam dingin, secangkir kopi, Kita nikmati sampai pagi, Hanya padamu kuikat hati, Dari sekarang… hingga tua nanti. ❤️