Перейти к содержимому

Идёт прямой эфир

Трансляции Youvio пока не открывает — они идут другим способом доставки, чем обычные видео. Записи завершённых эфиров и остальные ролики работают как всегда.

🔴LIVE: Momen Terakhir Aris Sanda Sebelum Tewas Ditembak KKB, Dipaksa Akui Papua Merdeka

В эфиреСейчас смотрят: 2 · Трансляция началась 4 часа назад
Banjarmasin Post News Video
1,21 млн подписчиков
Сейчас смотрят: 2 · Трансляция началась 4 часа назад
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menewaskan warga sipil di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Selasa (15/9/2026). Kali ini yang menjadi korban adalah sopir lajuran atau travel bernama Aris Sanda atau Bapak Tasya. Peristiwa tragis yang menimpa Bapak Tasya terjadi selang sepekan sejak kematian tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya. Sebelum ditemukan tewas, warga Toraja tersebut sempat dipisahkan dari para penumpangnya dan disandera. Bapak Tasya kemudian dipaksa mengucapkan dukungan terhadap kemerdekaan Papua. Aksi tersebut direkam oleh pihak KKB dan videonya beredar di media sosial. Sembari memegang bendera Bintang Kejora dan di bawah todongan senjata, Bapak Tasya menyatakan bahwa pemerintah Indonesia hanya mengetahui kondisi Papua secara umum tanpa memahami penderitaan masyarakatnya. Sayangnya, beberapa saat kemudian Bapak Tasya justru tewas ditembak dan jasadnya terbakar bersama mobil di sekitar Danau Habema. Saat peristiwa, korban tengah mengantar sembilan penumpang dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya menuju Mbua, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Sembilan penumpang yang merupakan warga lokal termasuk pendeta dilepaskan setelah sempat mendapat intimidasi dari kelompok tersebut. Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom melalui siaran pers pada Selasa (15/9/2026) mengatakan, aksi penembakan terjadi sekira pukul 09.25 WIT. Menurut Sebby, pelaku penembakan adalah TPNPB Kodap III di bawah komando Egianus Kogoya. Lebih lanjut Sebby melontarkan tuduhan bahwa korban adalah agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai sopir. Meski begitu, tuduhan sepihak ini belum disertai bukti yang jelas dari TPNPB. Tak hanya mengaku bertanggung jawab atas penembakan tersebut, TPNPB juga mengeluarkan ancaman terbuka bagi warga non-Papua yang bekerja sebagai sopir taksi maupun tukang ojek. Mereka mendesak agar seluruh aktivitas transportasi di sejumlah jalur vital dihentikan. Jalur-jalur yang masuk dalam ancaman kelompok tersebut meliputi rute Wamena-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo, hingga Wamena-Jayapura. Adapun saat ini aparat penegak hukum tengah memburu pelaku yang menewaskan korban. (TribunVideo.com) Program: News Update Live Editor Video: Akhmad Sayuti