Перейти к содержимому

Purbaya Dicopot Prabowo dari Menkeu, Pengamat Soroti Ucapannya soal Utang Whoosh

TribunJatim Official

0:00 / 0:00

Purbaya Dicopot Prabowo dari Menkeu, Pengamat Soroti Ucapannya soal Utang Whoosh

286 869 просмотров · 11 часов назад
TribunJatim Official
3,39 млн подписчиков
286 869 просмотров · 11 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJATIM.COM - Pengamat ekonomi alumnus UGM, Defiyan Cori, mengkritik keras pernyataan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait opsi restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang mencapai tenor 80 tahun. Defiyan menilai Purbaya kerap menyampaikan wacana ke publik secara spontan, berorientasi pencitraan, serta kurang memahami substansi permasalahan tanpa didahului analisis mendalam. Kritik tersebut disampaikan pada Senin (14/9/2026), bertepatan dengan momentum pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Purbaya. Menurut Defiyan, Pemerintah tidak boleh menjadikan perpanjangan tenor utang hingga 80 tahun sebagai satu-satunya solusi yang justru berisiko membebankan masalah keuangan masa lalu kepada generasi mendatang dan mengganggu komitmen Asta Cita Presiden. Ia menegaskan penyelesaian kasus Whoosh harus tetap memegang prinsip business-to-business (B2B) tanpa membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Sejak awal Purbaya sudah menyampaikan dan harus konsisten bahwa dia tidak akan menggunakan APBN. Dan harus komit terhadap pernyataan dirinya sejak awal bahwa ini penyelesaiannya adalah business-to-business," ujar Defiyan kepada Tribunnews. Ia menambahkan bahwa mekanisme skema B2B masih terbuka lebar melalui opsi restrukturisasi utang, penyesuaian kepemilikan saham, kerja sama operasi dengan mitra Tiongkok, hingga keterlibatan Danantara atau entitas BUMN. Sebelumnya, dalam keterangannya di Sunter, Jakarta Utara pada Selasa (8/9/2026), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa utang proyek Whoosh akan dicicil sekitar Rp1 triliun per tahun selama 80 tahun hasil restrukturisasi. Purbaya juga berencana mengalihkan pengelolaan kewajiban utang Whoosh dari BPI Danantara ke Kementerian Keuangan mulai 15 September 2026 melalui Special Mission Vehicle (SMV) atau Indonesia Investment Authority (INA) tanpa menggunakan APBN maupun mencari investor baru. "Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun... (Tenor cicilan) 80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja," kata Purbaya kala itu. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Purbaya Dicopot sebagai Menkeu, Pengamat Soroti Pernyataannya soal Utang Whoosh, https://www.tribunnews.com/nasional/7.... Editor Video: Arie Setyaga Handika Uploader: Winda Rahmawati Website https://jatim.tribunnews.com/ Twitter   / tribunjatim   Facebook   / tribunnewsjatim   Instagram   / tribun_jatim   #tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia #Purbaya #Menkeu #UtangWhoosh #KeretaCepat #ReshuffleKabinet #PengamatPolitik #BeritaEkonomi #BeritaViral #BeritaTerkini #BeritaHariIni