Перейти к содержимому

Kenapa Orang Percaya Diri Lebih Mudah Sukses? | Rahasia Psikologi

EH Kenapa?

0:00 / 0:00

Kenapa Orang Percaya Diri Lebih Mudah Sukses? | Rahasia Psikologi

22 просмотра · 12 часов назад
EH Kenapa?
256 подписчиков
22 просмотра · 12 часов назад
Lo pernah lihat orang yang sebenarnya nggak paling pintar, tapi selalu angkat tangan duluan — dan selalu dapat kesempatannya? Video ini bahas sains di balik keyakinan diri (self-efficacy): kenapa dia bisa memengaruhi keberanian mencoba, seberapa keras kita berusaha, dan cara kita bangkit dari kegagalan. Lengkap juga dengan sisi gelapnya: overconfidence, status sosial, dan efek Dunning-Kruger yang sering disalahpahami. Yang akan kamu temukan di video ini: • Beda antara "percaya diri" secara umum dan self-efficacy (Albert Bandura) • Kenapa keyakinan memengaruhi pilihan tugas, usaha, dan cara menafsirkan kegagalan • Bukti dari meta-analisis Stajkovic & Luthans (1998) soal self-efficacy dan performa kerja • Kenapa orang yang terlalu percaya diri kadang malah naik status sosialnya (Anderson et al., 2012) • Efek Dunning-Kruger — dan kenapa temuannya masih diperdebatkan • Power pose: kenapa klaimnya gagal direplikasi • 4 sumber keyakinan diri menurut Bandura, dan cara membangunnya mulai hari ini Video ini murni untuk edukasi dan bukan pengganti bantuan psikolog profesional. Kalau kamu lagi berjuang dengan kecemasan atau rasa percaya diri yang sangat mengganggu, nggak ada salahnya cerita ke profesional atau orang yang kamu percaya. Sumber & Referensi: 1. Bandura, A. (1977). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Psychological Review, 84(2), 191–215. 2. Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W. H. Freeman. 3. Stajkovic, A. D., & Luthans, F. (1998). Self-efficacy and work-related performance: A meta-analysis. Psychological Bulletin, 124(2), 240–261. 4. Bandura, A., & Schunk, D. H. (1981). Cultivating competence, self-efficacy, and intrinsic interest through proximal self-motivation. Journal of Personality and Social Psychology, 41(3), 586–598. 5. Anderson, C., Brion, S., Moore, D. A., & Kennedy, J. A. (2012). A status-enhancement account of overconfidence. Journal of Personality and Social Psychology, 103(4), 718–735. 6. Johnson, D. D. P., & Fowler, J. H. (2011). The evolution of overconfidence. Nature, 477, 317–320. 7. Kruger, J., & Dunning, D. (1999). Unskilled and unaware of it. Journal of Personality and Social Psychology, 77(6), 1121–1134. 8. Vancouver, J. B., Thompson, C. M., & Williams, A. A. (2001); Vancouver, Thompson, Tischner, & Putka (2002). Journal of Applied Psychology — self-efficacy dan performa dalam analisis dalam-individu. 9. Carney, D., Cuddy, A., & Yap, A. (2010), studi awal power pose; Ranehill et al. (2015), Psychological Science — upaya replikasi yang tidak menemukan efek hormonal. Kalau video ini bikin kamu mikir "eh, iya juga", share ke satu teman yang lagi ragu sama dirinya sendiri. Dan kalau kamu punya pertanyaan sehari-hari yang bikin penasaran, tulis di komentar — siapa tahu jadi video berikutnya. #EhKenapa #PercayaDiri #SelfEfficacy #Psikologi #SainsPopuler #PengembanganDiri