Перейти к содержимому

119 - Inilah Tarumanegara: Kerajaan Hindu Tertua Jawa Barat & Misteri Banjir Jakarta Abad 5

Thunderhorse Pecinta Cerita

0:00 / 0:00

119 - Inilah Tarumanegara: Kerajaan Hindu Tertua Jawa Barat & Misteri Banjir Jakarta Abad 5

927 просмотров · 7 дн. назад
Thunderhorse Pecinta Cerita
309 подписчиков
927 просмотров · 7 дн. назад
Jauh sebelum Mataram Kuno bertakhta di Jawa Tengah atau Majapahit menguasai Nusantara, sebuah peradaban megah bercorak Hindu-Wisnu telah berdiri kokoh di bagian barat Pulau Jawa. Inilah kisah komprehensif Kerajaan Tarumanegara, kerajaan tertua di Jawa Barat yang menguasai wilayah strategis dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum hingga Cisadane, mencakup kawasan modern Bogor, Bekasi, Jakarta, hingga Banten. Berdiri sejak abad ke-4 Masehi (sekitar 358 M) oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman—Seorang pendatang dari Dinasti Salankayana India yang melarikan diri akibat invasi Samudragupta—Tarumanegara berkembang dari pemukiman tepi sungai menjadi imperium hidrolik dan maritim yang disegani. Puncak kejayaannya dicapai di bawah pemerintahan raja ketiga, Maharaja Purnawarman (395–434 M). Dikenal sebagai "Harimau Tarumanegara", Purnawarman tidak hanya tangkas di medan perang melawan perompak laut, tetapi juga seorang insinyur hidrologi jenius pada zamannya. Dalam video dokumenter sinematik ini, kita akan mengeksplorasi mahakarya rekayasa sipil abad ke-5 Masehi: penggalian Sungai Candrabaga dan Sungai Gomati sepanjang 6.122 tumbak (sekitar 11–12 km) yang diselesaikan hanya dalam waktu 21 hari! Proyek raksasa ini berhasil membebaskan ibu kota Sundapura dari bencana banjir tahunan sekaligus mengairi jutaan hektar sawah pertanian. Sebagai wujud syukur, Purnawarman mendharmakan 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana, sebuah peristiwa kolosal yang diabadikan secara sempurna dalam Prasasti Tugu di Jakarta Utara. Kami juga membedah secara mendalam 7 prasasti peninggalan utama Tarumanegara: Prasasti Ciaruteun dengan pahatan telapak kaki mirip Dewa Wisnu, Prasasti Kebon Kopi (Tapak Gajah Airawata), Prasasti Jambu (Pasir Koleangkak), Prasasti Cidanghiang di Banten, Prasasti Pasir Awi, Prasasti Muara Cianten, dan Prasasti Tugu. Setiap batu berinskripsi Pallawa dan bahasa Sanskerta ini memuat bukti hukum legitimasi kekuasaan Wangsa Warman atas tanah dan air Jawa Barat. Bagaimana kerajaan yang begitu megah akhirnya runtuh? Temukan plot twist geopolitik yang mengejutkan pada paruh kedua abad ke-7! Ketika Raja ke-12, Sri Maharaja Linggawarman, wafat tanpa meninggalkan putra mahkota, tahta diserahkan kepada menantunya, Tarusbawa. Pada tahun 670 M, Tarusbawa mengambil keputusan radikal dengan mengubah nama Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda. Keputusan ini memicu perpecahan besar: Wretikandayun dari Galuh menuntut kemerdekaan di wilayah timur, sementara Putri Sobakancana (putri bungsu Linggawarman) menikah dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kedatuan Sriwijaya, yang memperluas cengkeraman maritim Sumatra ke Selat Sunda. Saksikan dokumenter epik yang memadukan analisis historiografi epigrafi mendalam dengan visualisasi sinematik 4K. Jangan lupa Like, Subscribe, dan bagikan video ini untuk mendukung pelestarian sejarah dan budaya Nusantara!