Перейти к содержимому

Ushul Fiqh tentang Mubah & Wajib . * 24 September 2026

A nono suropute

0:00 / 0:00

Ushul Fiqh tentang Mubah & Wajib . * 24 September 2026

14 просмотров · 5 дней назад
A nono suropute
622 подписчика
14 просмотров · 5 дней назад
"MOGEH MANFA'ATAH" -/+ 🙏🏻 FULL VIDEO DI CHANEL A nono suropute    / @nonosuropute   بسم الله الرحمن الرحيم 40. رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ 41. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ . اللهم فقهنا فى الدين وعلمنا التأويل اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين 🤲 Ringkas 5 Masalah Ushul Fiqh tentang Mubah & Wajib - Kitab Badrut Thali' Hal. 40 Simpulan Isinya: Membahas 5 masalah: 1. Apakah Mubah itu Jenis dari Wajib? Pendapat Shahih: BUKAN. Perdebatan ini hanya beda istilah. Kalau mubah dimaknai "yang diizinkan untuk dikerjakan", maka mubah memang jenisnya wajib (sepakat). Tapi kalau mubah dimaknai yang masyhur "yang boleh dikerjakan atau ditinggalkan", maka BUKAN jenisnya wajib (sepakat). 2. Apakah Mubah itu Diperintahkan (Ma'mur Bih)? Pendapat Shahih: TIDAK. Mubah itu bukan wajib dan bukan sunnah pada dzatnya. Al-Ka'bi bilang mubah itu wajib, karena dengan melakukan mubah pasti meninggalkan haram, dan meninggalkan haram itu wajib. Dibantah: Kalau begitu perkara makruh juga jadi wajib. Jadi ini cuma beda lafadz saja, bukan beda hakikat. 3. Apakah Ibahah (status mubah) itu Hukum Syar'i? Pendapat Shahih: YA, itu hukum syar'i. Karena adanya pilihan boleh / tidak boleh itu butuh dalil syara'. Mu'tazilah bilang: Bukan hukum syar'i, karena mubah itu cuma "tidak ada dosa", dan itu sudah ada sebelum syara' datang. 4. Jika Wajib Di-nasakh (dihapus), Apakah Bolehnya Tetap? Contoh: dulu wajib, lalu Allah batalkan wajibnya. Apa boleh dikerjakan? Pendapat Shahih: Tetap BOLEH (jawaz). Pendapat 2: Jadinya MUBAH murni. Pendapat 3: Jadinya SUNNAH / Mustahab. Pendapat Imam Ghazali: Tidak ada sisa sama sekali, kembali ke hukum asal sebelum diwajibkan (bisa haram / mubah tergantung maslahatnya). 5. Wajib Mukhayyar (Wajib yang boleh pilih salah satu) Contoh: Kafarat sumpah boleh pilih: memberi makan 10 miskin, atau memberi pakaian, atau memerdekakan budak. Pendapat Shahih: Yang wajib adalah SATU yang tidak tertentu (salah satu dari pilihan itu). Pendapat 2: Yang wajib semuanya, tapi gugur jika sudah kerjakan satu. Pendapat 3: Yang wajib satu yang sudah ditentukan Allah, hanya kita tidak tahu. Pendapat 4: Yang wajib adalah apa yang nanti akan dipilih oleh orangnya. Kaedah Penting: Mubah itu bukan perintah, tapi hukum syar'i. Dan jika kewajiban gugur, kebolehannya masih tetap ada.