BERALIH DARI TOMAT LOKAL, PETANI INI UNTUNG BESAR DARI TOMAT BEEF
CapCapung
0:00 / 0:00
BERALIH DARI TOMAT LOKAL, PETANI INI UNTUNG BESAR DARI TOMAT BEEF
7 794 просмотра · 16 ч назад
CapCapung
2,12 млн подписчиков
7 794 просмотра · 16 ч назад
Kapok harga tomat lokal yang sering jatuh hingga di bawah Rp1.000/kg, Pak Eko, memilih beralih ke Tomat Beef (Tomat Belanda) greenhouse yang berlokasi di Ngablak, Magelang.
Di video ini, Pak Eko membedah skema bisnisnya tanpa modal awal, rincian harga per grade, hingga teknik budidaya greenhouse berbasis irigasi tetes (drip irrigation) agar panen tetap stabil dan berkualitas premium.
Tomat beef memiliki karakteristik yang berbeda dengan tomat lokal pada umumnya. Ukurannya jumbo, rasanya lebih manis, daging buahnya tebal, dan kandungan airnya lebih sedikit. Nggak heran, tomat jenis ini lebih tahan lama jika disimpan hingga satu minggu.
Usahanya dijalankan dengan bekerja sama melalui skema kemitraan modal 100% dari perusahaan. Sekarang, Pak Eko nggak perlu lagi memikirkan risiko rugi atau pusing mencari pasar. Harga jual sudah ditentukan lewat kontrak di atas harga pasar, dan hasil panen akan rutin diambil langsung untuk dipasok ke supermarket se-Jawa Tengah hingga restoran mewah.
Ada yang kepo rasa dari buah tomat asal Belanda ini? Atau penasaran teknik budidaya tomat beef seperti apa?