🔴Jika Gugatan Ijazah Gibran Dikabulkan Berpotensi Krisis Politik? Wacana KDM-Gibran 2029 Muncul
Tribunnews
0:00 / 0:00
🔴Jika Gugatan Ijazah Gibran Dikabulkan Berpotensi Krisis Politik? Wacana KDM-Gibran 2029 Muncul
8 374 просмотра · Трансляция закончилась 9 часов назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
8 374 просмотра · Трансляция закончилась 9 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra buka suara terkait gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK).
Gugatan tersebut diajukan Denny Indrayana dan sejumlah pihak yang mempersoalkan persyaratan pendidikan Gibran untuk menjabat sebagai Wakil Presiden.
Yusril turut menanggapi kemungkinan yang terjadi apabila gugatan tersebut dikabulkan oleh MK.
Ia mengaku belum dapat membayangkan konsekuensi yang akan terjadi jika Gibran dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Wakil Presiden.
"Saya belum bisa bayangkan andai dikabulkan, lantas apa yang terjadi?" katanya, dikutip Kamis (23/9).
Menurut Yusril, situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi apabila gugatan benar-benar dikabulkan oleh MK.
Pernyataan Yusril disampaikan saat merespons proses gugatan yang kini tengah berjalan di MK.
Diberitakan sebelumnya, sidang perdana perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (21/9/2026).
Hal itu berkaitakan dengan persyaratan penyetaraan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam perkara tersebut, MK menegaskan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 1 Tahun 2026 tidak diterbitkan khusus untuk mengakomodasi gugatan Denny Indrayana.
Kepala Biro Humas dan Protokol MK Pan Mohamad Faiz mengatakan aturan tersebut dibuat untuk memberikan kepastian hukum acara bagi seluruh pihak yang terlibat.
Aturan tersebut berlaku untuk seluruh pihak yang terlibat dalam perkara, bukan hanya bagi Denny Indrayana dan pemohon lainnya.
Dengan adanya PMK baru, masing-masing pihak dapat mempersiapkan proses persidangan secara lebih matang.
Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC memperlihatkan pergeseran peta elektabilitas tokoh politik nasional.
Survei periode November 2025 hingga Juli 2026 itu mencatat elektabilitas Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM justru menunjukkan peningkatan.
Pengamat politik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menyebut pergeseran ini sebagai hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
"Pergeseran elektabilitas menunjukkan bahwa penilaian masyarakat terhadap tokoh politik bersifat dinamis mengikuti perkembangan situasi politik dan penyelenggaraan pemerintahan," kata Kristian, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menilai penurunan elektabilitas Prabowo bisa dipahami sebagai bentuk evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan dalam dua tahun terakhir.
Di sisi lain, Kristian menyebut kenaikan elektabilitas Dedi Mulyadi tak lepas dari kedekatannya dengan warga dan pengaruh media sosial dalam membangun citranya.
Di tengah tren tersebut, nama Dedi Mulyadi kembali ramai dibicarakan usai muncul isu dirinya bakal berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.
Dedi Mulyadi akhirnya buka suara menanggapi isu duet tersebut.
"Kita lagi mikir bagaimana jadi Gubernur yang sukses. Tidak mikir yang lain," ujar Dedi saat diwawancarai di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (22/9/2026).
Ia menegaskan belum ada arah politik yang disiapkan menuju Pilpres 2029, termasuk soal kemungkinan berduet dengan Gibran.
"Pokoknya tidak ada, hari ini saya berfokus bekerja aja memberikan yang terbaik. Kita belum mikir terlalu jauh," katanya.
Dedi bahkan menganalogikan wacana politik jangka panjang itu dengan urusan yang menurutnya masih jauh dari pikirannya saat ini.
"Mikir besok punya pacar atau tidak aja belum kepikiran," ucapnya.
Dedi pun memilih fokus menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat ketimbang menanggapi lebih jauh isu politik nasional tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MK Tegaskan PMK Sidang PHPU Gibran Bukan Hanya untuk Denny Indrayana, https://www.tribunnews.com/nasional/7....
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Turun sedang KDM Melesat, Pengamat Sebut Bentuk Evaluasi Kinerja, https://jabar.tribunnews.com/news/117....
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tanggapi Isu Duet dengan Gibran di Pilpres 2029, Dedi Mulyadi: Belum Mikir Terlalu Jauh, https://jabar.tribunnews.com/metro-ba....
Program: Hot Topic
Editor Video: Mellinia Pranandari