Перейти к содержимому

Sidang Kongres AS Ricuh! Demonstran: Hentikan Sanksi pada Iran! Kalian adalah Penjahat Perang

Tribun Video

0:00 / 0:00

Sidang Kongres AS Ricuh! Demonstran: Hentikan Sanksi pada Iran! Kalian adalah Penjahat Perang

32 311 просмотров · 14 часов назад
Tribun Video
741 тыс. подписчиков
32 311 просмотров · 14 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kekacauan terjadi di Capitol Hill ketika para demonstran anti-sanksi berulang kali menghentikan kesaksian Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Selasa (15/9). Para pengunjuk rasa menuduh Washington membunuh warga sipil Iran dan memprotes kebijakan sanksi AS terhadap Teheran. Gangguan terjadi ketika Bessent hendak menyampaikan pidato pembukaannya. Sejumlah demonstran meneriakkan tuntutan agar sanksi terhadap Iran dihentikan dan menuduh pemerintah AS bertanggung jawab atas kematian warga sipil. Ketua Komite Layanan Keuangan DPR, French Hill, beberapa kali mengetuk palu dan menyerukan ketertiban. "Hentikan sanksi yang membunuh warga sipil Iran," teriak seorang demonstran saat Bessent mencoba memulai pidato pembukaannya. "Anda membunuh keluarga kami," lanjut pengunjuk rasa itu, sementara Ketua Komite Layanan Keuangan DPR, French Hill, mengetuk palu dan menyerukan ketertiban. Bessent beberapa kali mencoba melanjutkan kesaksiannya, tetapi kembali terganggu oleh aksi protes. "Hentikan sanksi terhadap Iran. Kalian adalah penjahat perang. Malu kalian semua karena duduk di sini dan membiarkan orang-orang mati," teriak seorang pengunjuk rasa lainnya beberapa saat kemudian. Setelah beberapa interupsi, sidang akhirnya dapat dilanjutkan dengan agenda yang telah ditetapkan. Sidang tahunan tersebut berfokus pada sistem keuangan internasional setelah pertemuan para menteri keuangan G20 yang baru-baru ini diselenggarakan AS di Asheville, North Carolina. Para anggota parlemen juga mempertanyakan Bessent mengenai berbagai isu ekonomi dan keuangan global. Topik yang dibahas mencakup peran IMF dan Bank Dunia, status dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil obligasi pemerintah, serta kebijakan sanksi AS terhadap Iran. Bessent dalam kesaksiannya membela kekuatan dolar dan menyampaikan penilaian positif mengenai rekam jejak ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia juga membahas hubungan AS dengan China dan perkembangan terkait Iran. Menurut Bessent, Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan kembali membahas isu Iran ketika keduanya bertemu pada pekan berikutnya. Pertemuan tersebut menjadi salah satu perkembangan diplomatik yang mendapat perhatian di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran. Aksi demonstrasi di Capitol Hill menunjukkan bahwa kebijakan sanksi terhadap Iran masih menjadi isu yang diperdebatkan di Amerika Serikat. Para demonstran menilai sanksi berdampak terhadap warga sipil Iran, sementara pemerintah AS mempertahankan kebijakannya sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran. Sidang kemudian kembali membahas agenda utama mengenai sistem keuangan internasional dan kebijakan ekonomi AS. Gangguan berulang dari para demonstran menjadi bagian paling menonjol dari jalannya sidang tersebut pada Selasa. https://www.viory.video/en/videos/a30... (Tribun-Video.com) Editor Video: Titis Tiara Uploader: bagus gema praditiya sukirman #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #kabarterkini