🔴Hormuz Memanas! IRGC Klaim Hancurkan MQ-1 AS, Drone Siluman Hadid-110 Jadi Momok Baru Washington
Tribunnews
0:00 / 0:00
🔴Hormuz Memanas! IRGC Klaim Hancurkan MQ-1 AS, Drone Siluman Hadid-110 Jadi Momok Baru Washington
6 726 просмотров · Трансляция закончилась 8 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
6 726 просмотров · Трансляция закончилась 8 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Garda Revolusi Iran atau IRGC merilis rekaman yang mereka klaim menunjukkan sebuah drone MQ-1 milik Amerika Serikat dihancurkan di atas Selat Hormuz.
Dalam video yang dirilis Viory pada Selasa (22/9), terlihat sistem pengawasan dan penargetan melacak sebuah objek yang berada di langit.
Tak berlangsung lama, objek yang dilacak itu menghilang dari layar.
IRGC menyebut drone tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara baru yang mereka klaim canggih.
Pengumuman Iran ini muncul saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya terhadap Teheran.
Trump sebelumnya mengatakan ada sejumlah pilihan yang sedang dipertimbangkan.
Yakni, mulai dari tindakan militer hingga tekanan ekonomi, maupun kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Iran.
Trump juga menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di New York.
Sementara itu, Iran memperkenalkan drone kamikaze bertenaga jet terbaru bernama Hadid-110.
Drone ini dirancang dengan mengutamakan kecepatan dan kemampuan siluman.
Dikutip dari Jerussalem Post pada Selasa (22/9/2026), Hadid-110 dikembangkan untuk menembus sistem pertahanan udara dan menghantam target bernilai tinggi.
Drone tersebut juga dikenal dengan nama Dalahu.
Hadid-110 menggunakan mesin jet berukuran kompak.
Rangka pesawatnya dirancang untuk mengurangi penampang radar.
Dengan begitu, drone diharapkan lebih sulit terdeteksi oleh sistem pertahanan udara.
Menurut spesifikasi yang dikutip dari data militer Amerika Serikat, Hadid-110 disebut mampu melaju hingga 517 kilometer per jam.
Drone ini diklaim dapat mencapai target sejauh sekitar 350 kilometer.
Kemampuan tersebut membuat Hadid-110 memiliki karakter berbeda dibandingkan keluarga drone Shahed.
Hadid-110 juga membawa hulu ledak dengan bobot sekitar 30 kilogram.
Drone ini diluncurkan menggunakan pendorong roket.
Sementara daya tahan terbangnya disebut mencapai sekitar satu jam.
Menurut media Iran, Hadid-110 dirancang untuk menjalankan misi khusus.
Targetnya antara lain sistem pertahanan udara, radar, pusat komando, hingga infrastruktur penting.
Kecepatan tinggi dan kemampuan mengurangi jejak radar membuat waktu reaksi sistem pertahanan udara menjadi lebih pendek.
Drone tersebut pertama kali diperkenalkan dalam pameran Kementerian Pertahanan Iran.
Iran kini mengembangkan drone dengan fungsi yang berbeda.
Shahed lebih mengandalkan jarak tempuh dan serangan dalam jumlah besar.
Sementara Hadid-110 mengutamakan kecepatan, waktu reaksi yang singkat, dan kemampuan menembus pertahanan udara.
Iran pun disebut terus melakukan diversifikasi armada drone miliknya.
Hadid-110 menjadi salah satu contoh perubahan desain drone Iran dari sekadar mengandalkan jumlah menjadi semakin beragam sesuai kebutuhan medan perang.
(Tribun-Video.com)
Program: Hot Topic
Editor Video: Agilio OktoViasta