Перейти к содержимому

Maskapai Internasional Iran Diboikot, AS Bingung Delegasi Teheran Pulang dari PBB Naik Apa

Tribunnews

0:00 / 0:00

Maskapai Internasional Iran Diboikot, AS Bingung Delegasi Teheran Pulang dari PBB Naik Apa

29 559 просмотров · 9 часов назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
29 559 просмотров · 9 часов назад
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/965... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mempertanyakan bagaimana delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York akan kembali ke negaranya. Pertanyaan Bessent muncul setelah Presiden Donald Trump baru-baru ini melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di AS, sebagai bagian dari sanksi baru yang menargetkan Teheran. Dalam wawancara bersama Fox News pada Rabu (23/9/2026), Bessent menyebut sekitar 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah dihentikan. Hal itu terjadi setelah AS mengancam perusahaan asing yang menyediakan layanan penerbangan bagi maskapai Iran dengan sanksi sekunder. "Saya tidak yakin bagaimana perwakilan Iran di PBB akan pulang," kata Bessent. Selain sanksi di sektor penerbangan, Bessent juga mengancam akan menargetkan kegiatan operasional lembaga keuangan, perusahaan, dan pelaku usaha asing yang masih berhubungan dengan Iran. Ia menggambarkan strategi AS tersebut sebagai perpaduan antara operasi militer, blokade laut, dan tekanan finansial. Bessent mengatakan rangkaian sanksi dan tekanan dari Washington itu dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Adapun delegasi Iran yang mengikuti Sidang Umum PBB di antaranya Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Pezeshkian tiba di New York pada Selasa (22/9/2026) dan mendapat kesempatan berpidato sehari setelahnya. Hingga saat ini, delegasi Iran masih berada di AS karena rangkaian acara PBB berlangsung hingga 28 September 2026. Sementara itu, data pelacakan penerbangan menunjukkan tidak seluruh penerbangan internasional dari Iran berhenti beroperasi. Sejumlah pesawat masih terpantau berangkat menuju Bangkok, Shanghai, hingga Kabul setelah pembatasan AS berlaku pada Rabu (23/9/2026). China sebelumnya menentang sanksi AS tersebut dan menyebutnya ilegal. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Panji Anggoro Putro #viory