Respons Jokowi soal Pencopotan Jenderal Listyo Sigit dari Kapolri dan Jadi Kepala KSP
Tribun Solo Official
0:00 / 0:00
Respons Jokowi soal Pencopotan Jenderal Listyo Sigit dari Kapolri dan Jadi Kepala KSP
296 248 просмотров · 10 часов назад
Tribun Solo Official
402 тыс. подписчиков
296 248 просмотров · 10 часов назад
TRIBUNSOLO.COM - Suasana di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis siang (1/10/2026) mendadak menyedot perhatian nasional. Joko Widodo, mantan presiden yang menunjuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Polri lebih dari setengah dekade silam, merespons pergantian puncak Korps Bhayangkara dengan nada tenang nan lugas.
"Saya kira memang sudah saatnya," tutur Jokowi santai.
Lima tahun delapan bulan bukan waktu yang singkat untuk kursi Tri Brata 1. Sejak dilantik pada Januari 2021 di tengah badai pandemi dan berbagai dinamika politik hukum nasional, masa kepemimpinan Listyo Sigit menjadi salah satu yang terlama di era reformasi. Menanggapi keputusan suksesornya, Jokowi menegaskan bahwa pergantian ini murni ranah prerogatif Presiden Prabowo Subianto yang tak terbantahkan secara konstitusional.
Sorotan kini beralih penuh kepada Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto. Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut dipandang memiliki modal kepemimpinan kuat untuk meneruskan peta transformasi kepolisian. Rekam jejak Suyudi yang sarat pengalaman reserse dan kepemimpinan di garda depan pemberantasan narkotika membuatnya melenggang mulus dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.
"Penggantinya menurut saya juga sangat baik," tambah Jokowi singkat, memberi sinyal restu moral dari Solo.
Bagi Presiden Prabowo Subianto, estafet kepemimpinan Polri ini menandai babak konsolidasi baru sektor keamanan dan penegakan hukum dalam pemerintahannya. Langkah kilat dari persetujuan Komisi III menuju paripurna DPR menegaskan komitmen agar transisi institusi kepolisian berjalan rapi tanpa celah ketidakpastian.
Tantangan di depan meja Komjen Suyudi jelas tidak ringan: menjaga stabilitas keamanan nasional, menuntaskan reformasi internal kultural polisi, dan menjawab ekspektasi publik yang kian kritis. Namun, dengan berakhirnya era Listyo Sigit, babak baru penegakan hukum di tanah air resmi bergulir.