MERAWAT ALAM SUMBA DENGAN PALOTANG - IRED PROJECT, EAST SUMBA
Wahana Visi Indonesia
0:00 / 0:00
MERAWAT ALAM SUMBA DENGAN PALOTANG - IRED PROJECT, EAST SUMBA
2 461 просмотр · 7 лет назад
Wahana Visi Indonesia
13,3 тыс. подписчиков
2 461 просмотр · 7 лет назад
Manfaat Palotang :
1. Membantu pertumbuhan optimal dan meningkatkan produktivitas tanaman
2. Daun cabang yang sudah dipangkas bisa menjadi pupuk tanaman dan makanan ternak
3. Memperbaiki kesuburan tanah
----
✩✩ Cerita tentang Project ini bisa dibaca juga di :
https://www.waingapu.com/mata-air-ret...
✩✩ Penjelasan mengenai Project IRED bisa dibaca di :
https://wahanavisi.org/id/partnership...
----
INDONESIA RURAL ECONOMIC DEVELOPMENT (IRED)
Starting in 2015, the purpose of the Indonesian Rural Economic Development - IRED is to enhance the sustainable economic development of Sumba Island by utilizing the Farmer Managed Development Regeneration (FMNR +) and Local Value Chain Development (LVCD) approaches.
IRED operates in the Haharu sub-district which has nine (9) villages. Haharu District is located in the northern part of East Sumba district, NTT province.
-----------
INDONESIA RURAL ECONOMIC DEVELOPMENT (IRED)
Dimulai pada 2015, tujuan Indonesian Rural Economic Development - IRED adalah untuk meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan Pulau Sumba dengan memanfaatkan pendekatan Farmer Managed Development Regeneration (FMNR+) dan Local Value Chain Development (LVCD). FMNR+ atau pendekatan dengan memperbanyakan pohon dan tanaman yang dikelola oleh petani atau dalam bahasa lokal berarti palotang adalah teknik perawatan, pemeliharaan pohon dan tanaman dengan cara memilih dahan pohon yang paling baik untuk dirawat.
Sementara, kata kunci dari LVCD adalah chain (rantai) yang berarti hubungan. Jadi peningkatan perekonomian petani atau produsen lokal dapat terjadi dengan membangun hubungan produsen dengan pasar.
IRED beroperasi di kecamatan Haharu yang memiliki sembilan (9) desa. Kecamatan Haharu terletak di bagian utara kabupaten Sumba Timur, provinsi NTT. Kondisi tanah di kecamatan Haharu tergolong ekstrim karena mengandung batu kapur. Selain itu, kedalaman tanah di Haharu sangat dangkal. Menurut Schmidt-Ferguson, Kecamatan Haharu termasuk tipe E atau semi-kering (Martini et al 2016).
Melalui proyek IRED, restorasi lahan diharapkan terjadi sehingga meningkatkan jumlah area hijau di Haharu. Hal ini akan meningkatkan pula produksi pertanian karena tanah telah mengandung unsur hara yang diperlukan dalam kegiatan pertanian. Adapun upaya lain yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini, di antaranya implementasi praktik pertanian yang baik, regenerasi vegetatif, dan konservasi mata air.