🔴Iran Klaim 500 Tentara AS Tewas usai Markas Militer Digempur, Intel Iran Bongkar Jaringan Mossad
Tribunnews
0:00 / 0:00
🔴Iran Klaim 500 Tentara AS Tewas usai Markas Militer Digempur, Intel Iran Bongkar Jaringan Mossad
25 184 просмотра · Трансляция закончилась 4 недели назад
Tribunnews
15,6 млн подписчиков
25 184 просмотра · Трансляция закончилась 4 недели назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Iran mengklaim berhasil membunuh 500 tentara AS.
Adapun ratusan prajurit Presiden Donald Trump tewas selama perang dengan Iran.
Markas-markas militer AS di sejumlah kawasan pun turut hancur lebur dibombardir Teheran.
Klaim itu disampaikan penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei.
Media Press TV milik rezim mengklaim AS telah mengakui 650 tentara AS yang menjadi korban perang dengan Iran.
Di antara angka tersebut, hampir 500 tentara AS tewas.
Sementara data terakhir, empat tentara AS tewas di Yordania dan Irak pada Juli 2026.
Data itu disampaikan menurut informasi terbaru dari Komando Pusat AS (CENTCOM).
Pada akhir Juli, tercatat setidaknya 417 tentara terluka selama perang dengan Iran.
Di sisi lain, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan telah mengidentifikasi dan menangkap 21 orang yang disebut terkait dengan badan intelijen Israel, Mossad, di Kerman, Iran tenggara.
Menurut otoritas Iran, penangkapan dilakukan dalam serangkaian operasi intelijen yang berlangsung di wilayah tersebut.
Dikutip dari Tasnimnews, pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (5/8).
Mereka diduga mengumpulkan informasi dari sejumlah lokasi yang disebut sebagai pusat sensitif dan rahasia militer.
Informasi tersebut diduga kemudian dikirimkan kepada badan intelijen Israel.
Selain menangkap 21 tersangka, pasukan Kementerian Intelijen Iran juga mengamankan empat orang bersenjata dalam operasi yang sama.
Keempatnya disebut terlibat dalam aktivitas kriminal bersenjata di Provinsi Kerman.
Petugas turut menyita sejumlah senjata api serta amunisi perang dan amunisi berburu dari para tersangka.
Pemerintah Iran menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan nasional dan mencegah aktivitas spionase di wilayahnya.
Lantas, kasus ini kembali menambah ketegangan dalam hubungan Iran dan Israel yang selama ini diwarnai saling tuding terkait aktivitas intelijen.
(Tribun-Video.com)
Program: Hot Topic
Editor Video: Agilio OktoViasta
#Viory