PODCAST MAKNA HIDUP | EPS 05 | TRADISI MITONI ATAU TINGKEBAN
Hidangan Segar
0:00 / 0:00
PODCAST MAKNA HIDUP | EPS 05 | TRADISI MITONI ATAU TINGKEBAN
352 просмотра · 6 дней назад
Hidangan Segar
560 подписчиков
352 просмотра · 6 дней назад
Jangan lupa untuk subscribe channel ini.
Perkembangan Budaya tidak lepas dari perjalanan panjang kehidupan dengan warna warni kejadian, harapan dan doa merupakan refleksi penyerahan diri pada adanya Kuasa Tuhan dan harapan kebaikan pada Rahim dan Rahman Tuhan dengan symbol-simbul sesuai perkembangan adat kedaerahan dalam bentuk upacara2 adat.
Salah satu tradisi dalam permohonan keselamatan di Nusantara, khususnya Jawa dalam bentuk tradisi Tingkeban atau Mitoni, dimana angka 7 memiliki makna khusus. Dalam Bahasa Jawa 7 disebut pitu, bermakna atau sebagai symbol pitulungan, artinya minta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa agar diberi Keselamatan. Tentunya rangkaiannya memiliki masing2 makna seperti siraman dan pantes2an dalam berpakaian memiliki arti dan makna yang sangat dalam berupa pesan2 bijak yang disimbolisasi.
Mitoni merupakan upacara kehamilan yang lebih rumit disbanding upacara kehamilan 4 bulan disebut Ngapati, dan kehamilan 9 bulan disebut Nyangani yang lebih sederhana. Kehamilan 7 bulan dimana jabang bayi sudah sempurna dan siap memasuki proses akhir kehamilan untuk siap dilahirkan, sehingga permohonan keselamatan proses kelahiran sangat penting dan mengingatkan perlu segera disiapkan segala sesuatu dalam menjaga kesehatan ibu.
Rangkaian proses dimulai dari sungkeman kepada orang tua, Siraman denga air dari 7 sumber dan diberi bunga agar wangi, dilanjutkan Brojol mustika memasukkan kelapa gading muda yang diukir wayang Kamajaya dan Kama Ratih dengan harapan jabang bayi rupawan, dan telur hingga pecah, dan potong januryang melilit perut ibu bayi dengan keris oleh ayah bayi, yang melambangkan nanti kelahirannya lancar. Kemudian Pantes2an dengan 7 rupa motif batik diantara dari sidomukti, sidoluhur, sidoasih, wahyu tumurun, parang kusumo, udan liris, cakar ayam, kasatriyan, babon angrem dan Lurik, terpilih Lurik yang pantas melambangkan teladan kesederhanaan kepada anak kelak akan menjadikan anak yang lebih arif dan harapan rejeki yang lancer kelak.
Selesai Pantes2an Calon ibu dan bapak ganti busana, kemudian sambil dibantu juga Kakek dan Nenek melakukan Dodol dawet dengan uang kreweng melambangkan agar rejeki bayi nantinya lancer dan manis kehidupannya.