Gimik Prabowo Melongo Lihat Lembaran Teks Pidato Malah Bikin Hadirin Tertawa di HUT Demokrat ke-97
Tribun Bengkulu
0:00 / 0:00
Gimik Prabowo Melongo Lihat Lembaran Teks Pidato Malah Bikin Hadirin Tertawa di HUT Demokrat ke-97
5 631 просмотр · 2 дня назад
Tribun Bengkulu
655 тыс. подписчиков
5 631 просмотр · 2 дня назад
Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu (9/9/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo sempat membuat suasana acara menjadi cair ketika menyinggung teks pidato yang telah disiapkan stafnya.
Awalnya, Prabowo menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar atas kesempatan dapat berkumpul dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Ia kemudian menyampaikan ucapan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam acara tersebut. Prabowo juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Partai Demokrat sekaligus memperingati ulang tahun ke-77 Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang disebutnya sebagai penggagas dan pendiri Partai Demokrat.
Prabowo kemudian bercerita mengenai kedekatannya dengan SBY yang sama-sama pernah menempuh pendidikan di Akademi Militer.
"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akademi Militer. Masuknya satu angkatan, keluarnya... angkatan di bawahnya," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian melontarkan kelakar mengenai dirinya dan SBY saat masih menjadi taruna.
"Memang dari awal sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang... bisa diperbaiki," kelakarnya.
Ucapan tersebut sontak mengundang tawa para hadirin.
Prabowo Tunjukkan Teks Pidatonya
Momen lain terjadi ketika Prabowo membahas teks pidato yang disiapkan oleh stafnya.
Prabowo mengatakan dirinya kerap diingatkan staf agar menggunakan teks sehingga tidak keluar dari materi yang telah disiapkan.
"Saudara-saudara sekalian, memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks.' Dan ini... teks... teksnya bagus sekali!" ujar Prabowo.
Prabowo kemudian memperlihatkan lembaran teks pidato tersebut kepada para hadirin. Aksi tersebut kembali mengundang tawa dari peserta acara.
Ia juga menyebut materi paparan yang disiapkan untuk Presiden Prabowo Subianto berisi banyak grafik.
"Paparannya baik sekali, grafik-nya banyak sekali! Tapi saya kira esensinya saya rangkum, saya ringkas, dan saya sampaikan mudah-mudahan saya tidak salah bicara," katanya.
Sambil kembali memperlihatkan teks tersebut, Prabowo mengatakan bahwa manusia bisa saja melakukan kesalahan dan meminta maaf apabila melakukan kesalahan.
"Tapi sebetulnya kalau manusia kalau bikin kesalahan ya kita minta maaf saja, ya," kelakar Prabowo.
Setelah momen tersebut, Prabowo kembali melanjutkan pidatonya dengan menyampaikan apresiasi terhadap Partai Demokrat.
Ia menilai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya disampaikan secara akademis dan tegas.
Prabowo juga menyinggung penilaian sejumlah pihak yang menganggap pidato AHY beberapa hari sebelumnya sebagai kritik tajam.
Menurut Prabowo, bangsa yang memilih jalan demokrasi harus dapat menerima kritik dan koreksi.
"Memang bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," ujar Prabowo.
Ia menilai Partai Demokrat telah menyampaikan itikad untuk bersama-sama bekerja bagi rakyat.
Prabowo Puji Tema HUT Demokrat
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi tema yang diusung Partai Demokrat, yakni "Memajukan Ekonomi Rakyat, Menegakkan Keadilan, Menjaga Demokrasi Tetap Hidup".
Menurut Prabowo, tema tersebut merupakan hal yang harus diperjuangkan bersama.
"Saya sangat senang dengan tema yang dipilih Partai Demokrat: Memajukan Ekonomi Rakyat, Menegakkan Keadilan, Menjaga Demokrasi Tetap Hidup. Inilah yang kita harus perjuangkan, dan inilah tanggung jawab kita semua," katanya.
Prabowo kemudian menyampaikan terima kasih atas dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya pada Pemilu 2019 dan 2024. Ia juga menyebut SBY ikut turun ke lapangan berkampanye.
Menurut Prabowo, dukungan tersebut didasari kesamaan cita-cita dan prinsip.
Di bagian lain pidatonya, Prabowo kembali mengaitkan perjalanan dirinya dan SBY sebagai purnawirawan TNI yang kemudian terjun ke politik.
Ia mengatakan keduanya pernah dididik sebagai tentara rakyat yang mengabdi kepada rakyat.
"Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat. Dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menilai SBY telah memberikan contoh dengan pensiun dari militer, membentuk partai, maju kepada rakyat, dan mendapatkan mandat.
Ia mengatakan dirinya juga menempuh jalan yang serupa.
"Kalau... kalau nyontek yang baik boleh," kelakar Prabowo di akhir bagian tersebut.
Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/
Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/
Follow Instagram --------- / tribun_bengkulu
Like fanspage --------- / tribunbengkulu