Перейти к содержимому

10 Golongan orang yang dibenci Allah #kajianislam #tausiah | Ustadz M. Imam Haudli ‪@iwamitonair3857‬

IWAMIT On Air

0:00 / 0:00

10 Golongan orang yang dibenci Allah #kajianislam #tausiah | Ustadz M. Imam Haudli ‪@iwamitonair3857‬

16 просмотров · 9 дн. назад
IWAMIT On Air
1,84 тыс. подписчиков
16 просмотров · 9 дн. назад
10 sifat atau golongan orang yang paling dibenci oleh Allah SWT tercantum dalam kitab Nashaihul Ibad karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dengan syarah (penjelasan) oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani: 1. Bakhil (Kikir) pada orang kaya Kekayaan yang dititipkan Allah tidak disalurkan untuk zakat, infak, atau sedekah, melainkan ditumpuk dan ditahan dari yang berhak. 2. Sombong (Takabur) pada orang fakir Sudah berada dalam kondisi kekurangan atau kesederhanaan, tetapi hatinya dipenuhi kesombongan dan meremehkan orang lain. 3. Tamak (Rakus) pada ulama Seharusnya menjadi panutan ilmu dan penjaga syariat, tetapi orientasi hidupnya justru mengejar dunia, harta, dan jabatan. 4. Hilangnya rasa malu pada perempuan Mengesampingkan sifat malu yang merupakan mahkota kehormatan dan pelindung diri. 5. Cinta dunia (hubbud dunya) pada orang lanjut usia (lansia) Di usia yang seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak amal akhirat, justru semakin loba dan terikat dengan kenikmatan duniawi. 6. Malas pada anak muda Menyia-nyiakan masa mudanya yang kuat dan produktif untuk hal-hal yang tidak bermanfaat serta enggan beribadah atau bekerja. 7. Zalim (Kezaliman) pada penguasa/pemimpin Menyalahgunakan kekuasaan, tidak adil kepada rakyat, serta berbuat sewenang-wenang. 8. Pengecut / takut kepada musuh pada kalangan militer/pasukan perang Lemah hati dan lari dari kewajiban membela kebenaran serta menghadapi musuh di medan juang. 9. Ujub (membanggakan diri/merasa amal sudah banyak) pada ahli zuhud/asketis Merasa diri paling suci, paling saleh, dan meremehkan ibadah orang lain. 10. Riya (pamer amal ibadah) pada ahli ibadah (ubbad) Melakukan ketaatan dan ibadah bukan karena Allah, tetapi demi mendapat pengujian, pujian, atau pengakuan dari sesama manusia.