Mencari Jejak Mbah Rifa'i Di Kabupaten Batang | Full Movie
Pegiat Literasi Batang
0:00 / 0:00
Mencari Jejak Mbah Rifa'i Di Kabupaten Batang | Full Movie
22 451 просмотр · 2 года назад
Pegiat Literasi Batang
872 подписчика
22 451 просмотр · 2 года назад
Komunitas Pegiat Literasi Batang membuat film dokumenter yang akan diadaptasi menjadi buku novel sejarah. Sosok yang diangkat adalah KH Ahmad Rifa'i sebagai tokoh Pahlawan Nasional dari Batang yang belum banyak dikenal orang. Terutama masyarakat Kabupaten Batang.
Film ini mengisahkan seorang pemuda yang baru beranjak dewasa bernama Istikomah. Usianya baru menginjak 18 tahun. Ia baru satu tahun menjadi mahasiswa di sebuah kampus keagamaan negeri. Sejak menjadi mahasiswa, pikirannya mulai terbuka. Isti, sapaan akrabnya, mulai kepikiran mencari jati dirinya.
Isti terlahir dari keluarga penganut Rifaiyah di Kabupaten Batang. Walau demikian, sedari kecil hingga beranjak dewasa ia tidak terlalu paham tentang Rifaiyah.
Kisahnya mencari jati diri bermula saat hang out bersama teman-temannya. Saat itu, Isti bersama rombongan hendak berlibur ke Pranten.
Ketika melintas di Kecamatan Limpung, ia terpaku melihat bangunan bertuliskan Museum KH Ahmad Rifa'i di kanan jalan. Di situlah rasa penasarannya mulai muncul. Siapa sih tokoh yang selama ini fotonya terpajang di ruang tamu rumahnya itu.
Sepulang dari liburan, ia semakin penasaran dan bertanya-tanya. Hingga akhirnya Isti membulatkan tekad untuk mencari jatidirinya.
Apa sebenarnya yang diteladani oleh keluarga dan leluhurnya. Isti memulai perjalanannya dengan mengunjungi tempat Museum KH Ahmad Rifa'i di Desa Kalisalak.
Tidak hanya museum, berbagai benda peninggalan tokoh tersebut ternyata banyak berada di sekitar Desa Kalisalak.
Tokoh yang ternyata seorang pahlawan nasional asal Kabupaten Batang ini ternyata punya kisah menarik. Ia ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui dakwah dan puluhan kitab-kitab karyanya.
Isti juga menemukan, berbagai nilai teladan juga kini masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Bahwa peninggalan tidak selamanya berbentuk benda. Namun ajaran dan teladan juga menjadi peninggalan indah yang hidup hingga saat ini.
Berawal dari Desa Kalisalak, Isti bertemu dengan berbagai tokoh penting Rifaiyah di berbagai daerah. Salah satu yang membuatnya terenyuh adalah di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang.
Ia banyak berbincang tentang karya batik tulis Rifaiyah. Prosesnya tidak hanya sekedar membatik, melainkan ajaran agama yang dituangkan dalam sebuah motif. Hingga prosesnya yang melantunkan puji-pujian terhadap Tuhan dan nilai-nilai ajaran kebaikan.
___
Credit Title
Produser : Edo Muslihun, Riyan Fadli
Sutradara : Harviyan Perdana Putra dan Rizqi Falaah Eka Roza
Penulis Naskah : Riyan Fadli
Assistent penulis : Bakti Buwono Budiastyo
Director of Photography (DOP)/ Penata Kamera : Harviyan Perdana Putra
Kameramen : Rizqi Falaah Eka Roza, Dina Indriani, Achmad 'Gombloh' Udin
Penata Cahaya : Harviyan Perdana Putra, Rizqi Falaah Eka Roza, Muslihun Edo, Bakti Buwono Budiastyo
Penata Suara : Novia Rochmawati, Dina Indriani, Riyan Fadli, Baedhowie
Kameramen di Tondano : Adwit Budi Pramono
Kameramen di Wonosobo : Firman Eko Handy
Editor : Baedhowie
Narator : Maya Pradipta Anindya
Line Producer/Budgeting : Dina Indriani, Novia Rachmawati
Post-Production Supervisor : Doni Widyo Haryanto
Koordinator lapangan : Bakti Buwono
Koordinator Talent : Novia Rochmawati
Koordinator Perlengkapan : Dina Indriani
Behind The Scene : Achmad 'Gombloh' Udin, Edo Muslihun
Driver : Harviyan Perdana Putra, Rizqi Falaah Eka Roza, Muslikhin
External Relationship/Penasehat : Doni Widyo Haryanto
#Rifaiyah #KHAhmadRifai #PegiatLiterasiBatang
#DisparporaBatang