📌APA BEDANYA BISA MELIHAT&MERASA DILIHAT📌MAJLIS ILMU&BIMBINGAN ILMU TASAWWUF - GUS MUKHLASON ROSYID
Kajian Syakura
0:00 / 0:00
📌APA BEDANYA BISA MELIHAT&MERASA DILIHAT📌MAJLIS ILMU&BIMBINGAN ILMU TASAWWUF - GUS MUKHLASON ROSYID
83 просмотра · 1 день назад
Kajian Syakura
19 тыс. подписчиков
83 просмотра · 1 день назад
Makrifat dalam tasawuf adalah puncak pengenalan hati kepada Allah yang lahir dari penyucian diri, bukan sekadar pengetahuan logika atau teori semata.
Berikut adalah kata-kata mutiara, hikmah, dan kalam makrifat dari para sufi tentang belajar tasawuf dan jalan mengenal Tuhan:
1. Tentang Hakikat Belajar dan Makrifat
• Syaikh Abdul Qadir al-Jilani (Sirrul Asrar): "Pengenalan hakiki terhadap Allah bukanlah dengan akal, tapi dengan hati yang sirna dari segala selain Dia."
• Abu Mansyur al-Hallaj: "Ilmu yang sejati adalah ilmu yang mengantarkan kepada Allah, bukan sekadar hafalan kata-kata."
• Imam Al-Ghazali: "Seseorang tidak akan sampai ke makrifat tanpa ilmu syariat yang kuat. Makrifat bukan lawan dari ilmu, tapi kelanjutan dan kedalaman dari ilmu."
• Anonim Sufi: "Ilmu itu tahu madu itu manis, tetapi makrifat adalah benar-benar merasakan manisnya madu."
2. Tentang Mata Hati dan Penyucian Diri
• Kalam Sufi: "Mata hati punya kemampuan 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran daripada indra penglihatan."
• Syaikh Abdul Qadir al-Jilani: "Cinta kepada Allah adalah nyala yang membakar segala sesuatu selain Dia dari hatimu."
• Syaikh Abdul Qadir al-Jilani: "Hati yang dipenuhi dunia tidak akan mampu menampung cinta sejati kepada Tuhan."
• Kalam Hikmah Sufi: "Puncak perjalanan zikir adalah Makrifatullah, yakni tersingkapnya tabir batin atau hijab jiwa yang menutupi hati kita dari 'Sumber Segala Ilmu Pengetahuan'."
3. Tentang Perjalanan ke Dalam Diri (Suluk)
• Jalaluddin Rumi: "Kapan engkau akan memulai perjalanan panjang itu ke dalam dirimu?"
• Jalaluddin Rumi: "Kamu harus terus berusaha menghancurkan hatimu sampai ia terbuka."
• Jalaluddin Rumi: "Apa yang engkau cari sedang mencarimu."
• Kalam Tasawuf: "Pandanglah orang lain dengan kacamata hakikat."