Перейти к содержимому

Tangis Oma Orang Dekat Bupati Gowa Pecah, Ngaku Tertekan saat Diperiksa Polisi Sebut Anaknya

Tribun Timur

0:00 / 0:00

Tangis Oma Orang Dekat Bupati Gowa Pecah, Ngaku Tertekan saat Diperiksa Polisi Sebut Anaknya

13 852 просмотра · 1 мес. назад
Tribun Timur
9,4 млн подписчиков
13 852 просмотра · 1 мес. назад
#tribuntimur #tribunviral #tangisoma #bupatigowa #tertekan #diperiksapolisi Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-GOWA.COM — Rahmi Palanna alias Oma (50), membeberkan kesaksiannya saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Tipidkor Polresta Gowa Oma merupakan eks kepala rumah tangga Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang. Oma terseret dalam pusaran kasus dugaan pungli, gratifikasi hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya di lingkup Pemkab Gowa. Oma juga disebut sebagai orang dekat Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang. Ia mengaku rumahnya digeledah penyidik saat dirinya sedang menjalani pemeriksaan di Polres Gowa. "Semenjak penggeledahan di rumah saya itu dari Tipidkor Polres Gowa, kebetulan pada hari itu saya tidak ada di rumah. Saya lagi di BAP di Polres Gowa," kata Oma saat konferensi pers di cafe Soedirman Jl Sudirman, Makassar, Selasa (8/9/2026) malam Menurutnya, saat pulang ke rumah, penyidik telah mengambil keterangan secara lisan dari suaminya yang akrab disapa Opa. "Jadi, saya pulang ke rumah itu, polisi sudah mengambil keterangan secara lisan dengan Opa. Jadi saya masuk, duduk, rumah saya itu sudah dibongkar-bongkar kamar saya, kamar Opa," ujarnya. Oma menyebut sejumlah barang miliknya turut diambil penyidik. "Jadi HP saya diambil dua, dua unit, terus buku tabungan sama slip-slip setoran semua diambil," ungkapnya. Ia mengaku tertekan saat menjalani pemeriksaan. Sebab, penyidik disebut sempat mengaitkan persoalan tersebut dengan anaknya. Ketika mengingat hal itu, sontal Oma bergelimang air mata. Ia tak kuasa menahan tangisnya. "Nah, kebetulan (penyidik) panggil saya. Dia bilang, 'Oma, ini kalau begini modelmu ini, kau akan masuk tiga orang sama anakmu,'" tuturnya. Oma mengaku kemudian memikirkan masa depan anaknya yang masih kuliah. "Saya tidak. Saya berpikir, kalau anakku mau dikasih masuk, mending saya salah satunya. Anakku ini masih sekolah, masih kuliah, masa depan panjang,'" bebernya. Menurut Oma, penyidik kemudian memintanya jujur dan menyampaikan semua yang diketahuinya. "'Iya, makanya kau harus jujur, bicarakan apa yang kau tahu semuanya.' Jadi saya kayak tertekan, karena sering menyebut nama anak saya setiap saya bertemu penyidik," ucap Oma menirukan gaya bicara polisi Oma mengaku tidak memahami persoalan hukum. "Saya juga tidak tahu hukum, sama sekali saya tidak tahu hukum," katanya. Ia kemudian memilih menghadapi persoalan tersebut sendiri agar anaknya tidak ikut terseret. "Jadi saya berpikir, ya kalau memang saya terlibat di antara tiga orang (Oma, Opa dan anaknya) ini, pilih mi salah satu asal jangan anak saya. Saya tidak bisa kalau anak saya," ucapnya sembari menangis. Oma mengatakan sejak rumahnya digeledah, ia sudah tidak nyaman lagi tinggal di rumah tersebut. "Jadi pada saat itu, setelah penggeledahan saya sudah mulai meninggalkan rumah saya sampai sekarang. Jadi saya itu tidak pernah nyaman lagi tinggal di rumah saya," katanya. Bahkan, kata dia, rumahnya yang kosong membuat sejumlah tetangga mengira dirinya berada di penjara. "Bahkan tetangga saya itu sudah menganggap saya berada di penjara saat ini, karena rumah saya kosong," ujarnya. Reporter : Sayyid Zulfadli Narator : Rasni Gani Editor Video: Sanovra J.R / Najwa Nursyahbani (Mhs Magang UNM) (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur