Перейти к содержимому

Dijebak atau Menyerah Saat Lebaran? Hari Pangeran Diponegoro Ditangkap, 1830

Jejak Sejarah

0:00 / 0:00

Dijebak atau Menyerah Saat Lebaran? Hari Pangeran Diponegoro Ditangkap, 1830

140 просмотров · 1 дн. назад
Jejak Sejarah
384 подписчика
140 просмотров · 1 дн. назад
28 Maret 1830, hari kedua Lebaran. Pangeran Diponegoro datang ke rumah Residen Kedu di Magelang untuk kunjungan Lebaran dan berunding dengan Jenderal de Kock. Tiga jam kemudian, ia tidak lagi orang bebas. Kamu adalah Wiryo, salah satu dari ratusan pengikut yang menunggu di halaman. Ikuti pengembaraan sang Pangeran di hutan Bagelen, pertemuan dengan Kolonel Cleerens di Remokamal, bulan Ramadan di Magelang, penangkapan di ruang kerja residen, sampai pembuangan ke Manado dan Makassar. Tiga misteri yang kita jawab: 1. Mengapa sang Pangeran mau datang ke Magelang, ke markas musuhnya? 2. Dijebak atau menyerah? Apa yang terjadi di balik pintu ruang kerja residen? 3. Ke mana sang Pangeran dibawa, dan mengapa ada dua lukisan yang begitu berbeda tentang hari itu? Ini episode 5, episode terakhir seri Perang Jawa. Episode sebelumnya: Sentot menyerah, 1829. BAB 00:00 Pagi Lebaran di Magelang & tiga misteri 01:07 Kilas balik: setelah Siluk 01:25 Mengembara di hutan Bagelen 01:58 Kolonel Cleerens dan pertemuan di Remokamal 02:41 Peta: dari Siluk ke Magelang 03:03 Menunggu di Menoreh 03:25 Ramadan di Magelang 03:40 Bersama Jenderal de Kock 04:25 Jawaban misteri 1 04:46 Idul Fitri, 27 Maret 1830 05:01 Di balik pintu ruang kerja 05:43 Kereta di depan beranda 05:58 Jawaban misteri 2 06:16 Semarang dan Batavia 07:06 Peta perjalanan terakhir 07:30 Manado dan Makassar 07:54 Wafat di Makassar, 1855 08:08 Dua lukisan: Raden Saleh dan Pieneman 08:37 Jawaban misteri 3 08:55 Tempat-tempat bersejarah kini 09:10 Mitos atau fakta 09:49 Sumber dan penutup Wiryo adalah tokoh rekaan. Pangeran Diponegoro, Jenderal H.M. de Kock, Kolonel Jan Baptist Cleerens, Raden Ayu Ratnaningsih, Tumenggung Mangunkusumo, Letnan Knoerle, Raden Saleh, dan Nicolaas Pieneman adalah tokoh sejarah. Sumber berbeda soal besar hadiah penangkapan (20.000 atau 50.000 gulden), jumlah pengikut yang ikut dibuang (16 atau 19 orang), dan kapan sang Pangeran berada di Ungaran. Detail pada hari Wiryo adalah rekonstruksi cerita. Kekerasan tidak digambarkan secara langsung. Kalau kamu jadi sang Pangeran, apakah kamu tetap datang ke Magelang? Tulis di kolom komentar. Inilah akhir seri Perang Jawa. Subscribe untuk hari-hari lain di masa lalu. #PerangDiponegoro #PangeranDiponegoro #SejarahIndonesia #PerangJawa #Diponegoro #Magelang #RadenSaleh #JejakSejarah SUMBER Peter Carey, Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785–1855 (2016) dan The Power of Prophecy (2007) Babad Diponegoro Wikipedia: Diponegoro; The Arrest of Pangeran Diponegoro; The Submission of Prince Dipo Negoro to General De Kock iNews.id: Kisah Pangeran Diponegoro sebelum ditangkap; Pengasingan Pangeran Diponegoro ke Manado (catatan Letnan Knoerle); 26 hari di Batavia; Keris Bondoyudo The Jakarta Post: The prince, Dutch headquarters (2013) Republika: Hari ini Pangeran Diponegoro dijebak dan ditangkap KREDIT GAMBAR Kedatangan Pangeran Diponegoro di Magelang, W. van Groenewoud menurut F.V.H.A. de Stuers, 1835: Rijksmuseum, CC0 (Wikimedia Commons) Potret Pangeran Diponegoro, litografi C.C.A. Last, 1835: domain publik (Wikimedia Commons) Penangkapan Pangeran Diponegoro, Raden Saleh, 1857: domain publik (Wikimedia Commons) Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock, Nicolaas Pieneman, ±1835: domain publik (Wikimedia Commons) Rumah Residen Magelang, 1930-an: Tropenmuseum, CC BY-SA 3.0 (Wikimedia Commons) Gerbang utama Benteng Rotterdam: Tropenmuseum, CC BY-SA 3.0 (Wikimedia Commons) Benteng Rotterdam, Makassar: Sanko, CC BY-SA 3.0 (Wikimedia Commons) Gapura dan Makam Pangeran Diponegoro, Makassar: Si Gam, CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons) Museum Fatahillah: Rhmtdns, CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons) Babad Diponegoro, terjemahan Belanda pertama: KITLV, domain publik (Wikimedia Commons) Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro: Thomi Pribadi, CC BY-SA 3.0 (Wikimedia Commons) Peta: garis pantai Natural Earth (domain publik); relief digambar ulang, rute dan posisi perkiraan. Gambar ilustrasi dibuat dengan AI. Narasi suara AI.