DISNEY HANCUR DENGAN SANGAT KONYOL
Daniel Fredrik
0:00 / 0:00
DISNEY HANCUR DENGAN SANGAT KONYOL
47 111 просмотров · 1 г. назад
Daniel Fredrik
93,2 тыс. подписчиков
47 111 просмотров · 1 г. назад
Pernahkah kamu merasa bahwa film-film Disney saat ini sudah tidak lagi semenarik dulu? Mungkin kamu pernah duduk di bioskop, menonton film terbaru mereka dengan ekspektasi tinggi, tapi malah keluar dengan perasaan kecewa. Atau mungkin kamu memperhatikan bagaimana film-film Disney yang dulu selalu mendominasi box office, kini berkali-kali mengalami kegagalan? Jika iya, kamu tidak sendirian. Disney dulu adalah raksasa yang tidak tergoyahkan dalam industri hiburan. Hampir setiap film yang mereka rilis menjadi fenomena global—bukan hanya sukses secara finansial, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi penontonnya. Dari era animasi klasik seperti The Lion King, Beauty and the Beast, dan Aladdin, hingga dominasi mereka di era modern dengan Frozen, Zootopia, dan tentunya Marvel serta Star Wars. Seolah-olah apapun yang disentuh Disney pasti berubah menjadi emas.
Namun, keadaan itu kini berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, Disney mengalami kemunduran besar. Film-film mereka yang dulu selalu dinantikan, kini justru sering gagal menarik penonton. Lightyear yang seharusnya menjadi kisah spin-off epik dari Toy Story justru flop di pasaran. The Marvels, yang digadang-gadang sebagai film penting dalam MCU, malah mencetak rekor sebagai film Marvel dengan pendapatan terburuk.
Di tengah semua kekacauan ini, muncul satu teori yang semakin populer: “Go Woke, Go Broke.” Teori ini menyatakan bahwa penyebab utama dari kejatuhan Disney adalah karena mereka terlalu sibuk mengikuti agenda sosial yang dianggap ‘woke’. Disney dinilai terlalu fokus pada isu-isu seperti LGBT, representasi politik, dan pesan sosial yang ‘dipaksakan’ dalam film-film mereka, sehingga mengorbankan kualitas cerita dan daya tarik film itu sendiri. Alih-alih memprioritaskan penceritaan yang kuat dan karakter yang menarik, mereka lebih memilih untuk memasukkan elemen-elemen progresif yang justru membuat banyak penonton merasa ‘terceramahi’ dan kehilangan minat. Tapi pertanyaannya: Apakah benar ‘wokeness’ adalah faktor utama di balik kemunduran Disney?
SUBSCRIBE
/ danielfredrik8