Перейти к содержимому

Kisah Seorang Wanita Yang Sangat Mencintai Tuhan - Rabi'ah Al-Adawiyah

Syam Quantum

0:00 / 0:00

Kisah Seorang Wanita Yang Sangat Mencintai Tuhan - Rabi'ah Al-Adawiyah

236 просмотров · 7 дн. назад
Syam Quantum
235 подписчиков
236 просмотров · 7 дн. назад
Rabi‘ah al-Adawiyyah lahir di Basrah, Irak, sekitar tahun 714 M (95 H). Ia hidup dalam keluarga yang miskin, namun penuh keimanan. Nama “Rabi‘ah” yang berarti keempat menandakan urutannya dalam keluarga. Sejak kecil, Rabi‘ah sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan spiritual. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika orang tuanya wafat dalam keadaan miskin. Dalam kondisi sulit itu, ia terpisah dari saudara-saudaranya, lalu diculik dan dijual sebagai budak. Meski hidup dalam penindasan, Rabi‘ah tak pernah kehilangan harapan. Suatu malam, tuannya melihatnya berdoa dengan penuh khusyuk: “Ya Allah, Engkau tahu bahwa keinginanku hanyalah untuk memperoleh keridaan-Mu. Jika aku memiliki kebebasan, maka aku akan mengabdikan seluruh hidupku hanya untuk-Mu.” Mendengar doa tersebut, sang majikan tersentuh dan memerdekakannya. Dari situlah awal perjalanan spiritual Rabi‘ah dimulai. Setelah merdeka, ia hidup zuhud dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah. Ia sering berpuasa, beribadah di malam hari, dan menolak segala bentuk kemewahan dunia. syair-syair Rabi'ah Al-adawiyah: Ya Allah.. Jika aku menyembah-Mu karena takut api neraka-Mu bakarlah aku di dalamnya Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu haramkanlah aku daripadanya Namun jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu jangan palingkan wajah-Mu dariku Ya Allah, apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di dunia ini berikanlah kepada musuh-musuh-Mu Dan apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di akhirat nanti berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku