TABUH TOPENG " ARSA WIJAYA"
Pungky Santika
0:00 / 0:00
TABUH TOPENG " ARSA WIJAYA"
2 131 просмотр · 5 лет назад
Pungky Santika
38 подписчиков
2 131 просмотр · 5 лет назад
Topeng Dalem merupakan tari topeng yang menokohkan seorang raja yang sedang bertahta di suatu daerah. Topeng Dalem atau juga disebut dengan Topeng Arsa Wijaya didalam pertunjukan Topeng Wali. Topeng Wali berarti topeng upacara(sakral)yang berguna sebagai salah satu syarat agar yadnya (korban suci) yang dilakukan oleh umat Hindu Bali selesai dengan sempurna.
Topeng Wali ini dipertunjukan hanya pada saat upacara yadnya yang dipuput (dipimpin dan diselesaikan) oleh seorang pandita. Pandita dimaksud adalah seseorang yang telah dwijati (lahir dua kali) dengan proses upacara yadnya. Ketika upacara yadnya yang dipimpin oleh seorang Pandita dimulai maka Topeng Wali pun juga dimulai dengan diiringi oleh musik tradisional yang disebut Gambelan. Topeng Wali dimulai dengan pementasan Tari Topeng Keras, dilanjutkan dengan tari Topeng Tua, Topeng Penasar, Topeng Wijil, Topeng Dalem/Arsa Wijaya, Topeng Peranda (pandita/brahmana), Topeng Bondres dan ditutup dengan Topeng Sidakarya sebagai bukti bahwa yadnya yang dilakukan berjalan dengan sukses.
Tarian Topeng Dalem masuk pada suatu rangkaian pertunjukan Topeng Wali dengan urutan sebagaimana tersebut diatas. Setelah Topeng Penasar dan Wijil membuka cerita dengan cara monolog dan dialog maka mereka akan meminta agar junjungannya yaitu raja untuk keluar dari istana untuk memberikan perintah terhadapnya. Sebelum Topeng Dalem menari, maka Topeng Penasar dan Wijil melantunkan Sendor Tetenger. Sendor Tetenger ini adalah nyanyian sebagai ciri bahwa ada tokoh-tokoh yang akan keluar baik itu raja, pandita, dukuh, bendesa, penghulu-penghulu yang dilakonkan dalam pertunjukan topeng wali. Sendor tetenger dalem nyanyian sebagai ciri penguasa/raja yang agung akan keluar dari istana. Setelah sendor tetenger dilantunkan akan disambut dengan suara gambelan pengiring tarian topeng dalem. Judul irama gambelan pengiring disebut dengan tabuh. Tabuh pengiring tarian topeng dalem yaitu Tabuh Jaransiring. Selain diiringi tabuh jaransiring, tarian topeng dalem juga diiringi sendor (nyanyian) topeng dalem. Sendor Topeng Dalem ini nyanyian sebagai gambaran kemewahan dan keagungan seorang raja yang sedang memerintah. Sendor Topeng Dalem biasanya dikutip dalam suatu geguritan, kekawin, dan pupuh-pupuh yang terkait dengan kerajaan.
Dibawah ini merupakan Sendor Topeng Dalem yang dikutip dari Geguritan Rangga Lawe dengan pupuh sinom yang menggambarkan seorang raja beserta kemewahan busana yang di pakainya.
Sinom Lawe
1. Dawuh kalih sampun ayas
Mijil sira Sri Bhupati
Akampuh babayan botlor
Atangi disnurneng rukmi
Kumram teka murnani
Asabuk gringsing penyaluk
Keris alandian paros
Sinembaring mirah adi
Abra murub
Rengganing makuta ratna.
2. Anting-anting mata mingmang
Mate abang manten wilis
Asekara buyut ijo
Arja binandang ngris
Jinebadang mirik minging
Aburat kenaka ngrauk
Apinggel kana karo
Kemit tuuh ginatut tri
Tang tetebus
Cauni nira bot sbrang.
3. Asipat bot pangajaran
Nempuh manis ning liring
Waja laring kumbang wawos
Seng ning latia mulanguni
Mayat gatra kang rarawis
Lwir cataka tawan bayu
Sang Kadi Manobhawa
Dewa adikara ngutpetti
Anusah kung
Romo mletuk tan sinurnya
Penulis berusaha menerjemahkan dalam bahasa Bali untuk mempermudah para penari topeng untuk menggunakannya pada saat ngayah nopeng wali.